Humas (20-03-2026)— Pemerintah daerah tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat (NTB) berkolaborasi dengan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dalam pelaksanaan khutbah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sinergi ini bertujuan menghadirkan pesan keagamaan yang moderat, inklusif, dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat.
Di tingkat provinsi, pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang dipusatkan di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, menghadirkan Prof. Dr. TGH. Adi Fadli, M.Ag sebagai khatib dan Ustadz H. Ahyar Mukhsin, S.Q sebagai imam. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai dan terbuka untuk masyarakat umum.

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Barat, pemerintah daerah juga melibatkan akademisi dalam pelaksanaan ibadah Idul Fitri. Shalat Id digelar di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat dengan khatib Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI serta imam Ust. Zamroni, S.Pd.Gr. Pelaksanaan dijadwalkan pukul 07.00 WITA, menunggu penetapan resmi melalui sidang isbat nasional.

Tidak hanya itu, kontribusi akademisi UIN Mataram juga terlihat dalam penyusunan dan diseminasi materi khutbah. Salah satunya melalui karya Prof. Dr. TGH. Fahrurrozi Dahlan, QH., M.A yang mengangkat tema “Melapangkan Hati, Menata Maaf dalam Merestorasi Diri di Hari Fitri.” Materi khutbah ini didistribusikan secara luas sebagai referensi bagi para khatib di berbagai daerah.

Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan bahwa pelibatan akademisi merupakan langkah strategis untuk memastikan kualitas khutbah yang disampaikan kepada masyarakat tetap terjaga, baik dari sisi substansi keilmuan maupun pesan moral yang dibangun.

“Khutbah Idul Fitri bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat nilai persatuan, kepedulian sosial, dan moderasi beragama di tengah masyarakat,” ujar salah satu perwakilan pemerintah daerah.

Rektor UIN Mataram turut mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Menurutnya, akademisi memiliki peran penting dalam menyampaikan dakwah yang mencerahkan, solutif, dan mampu merespons tantangan zaman.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi ini, pelaksanaan Idul Fitri 1447 H di NTB diharapkan berlangsung khidmat, penuh makna, serta mampu memperkuat harmoni sosial dan spiritual masyarakat.@humas


