MATARAM: Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi melantik lima pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKI) untuk masa jabatan baru. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kepemimpinan strategis dan transformasi kelembagaan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Selasa, 10/03/2026

Lima akademisi yang dilantik untuk memimpin perguruan tinggi Islam negeri tersebut adalah Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D sebagai Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag. sebagai Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Ag. sebagai Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, serta Dr. Adnan Mahmud, M.A. sebagai Rektor IAIN Ternate.
Rektor UIN Mataram yang juga Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para rektor yang baru dilantik. Ia menilai momentum ini menjadi energi baru bagi penguatan kepemimpinan akademik di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.
“Selamat dan sukses kepada para rektor yang telah dilantik. Amanah kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab besar untuk membawa perguruan tinggi Islam semakin maju, inovatif, dan memiliki daya saing global,” ujar Prof. Masnun.
Menurutnya, kepemimpinan perguruan tinggi Islam saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari percepatan transformasi digital, penguatan ekosistem riset, hingga tuntutan internasionalisasi kampus. Karena itu, kolaborasi antar PTKI menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kuat dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Sebagai Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia, Prof. Masnun juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi nasional antar perguruan tinggi Islam negeri dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi.
“Forum Rektor PTKIN akan terus menjadi ruang kolaborasi strategis dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, memperluas jejaring akademik internasional, serta memastikan PTKI mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban,” tegasnya.
Ia berharap para rektor yang baru dilantik mampu menghadirkan kepemimpinan yang transformatif dan visioner, yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan perguruan tinggi Islam yang inklusif, moderat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelantikan lima rektor PTKI tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi nasional dalam memperkuat peran strategis perguruan tinggi Islam sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan moderasi beragama, serta penggerak transformasi pendidikan Islam di Indonesia menuju daya saing global. Adita@HUmas-ppid


