MATARAM: Awal tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi UIN Mataram. Di bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan, Program Studi Ilmu Falak Fakultas Syariah resmi meraih predikat Akreditasi Unggul berdasarkan Surat Keputusan Nomor 325/SK/BAN-PT/AK/S/III/2026 tertanggal 3 Maret 2026 yang diterbitkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Capaian ini menjadi tonggak strategis dalam penguatan mutu akademik sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, akuntabel, dan berorientasi pada standar nasional pendidikan tinggi. Proses akreditasi yang komprehensif mencakup evaluasi kurikulum, kualitas sumber daya manusia, luaran riset dan pengabdian, sistem penjaminan mutu, hingga daya saing lulusan.

Rektor UIN Mataram menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini sebagai buah dari kerja kolektif dan konsistensi peningkatan mutu yang dilakukan secara sistematis. “Alhamdulillah, di awal tahun dan di bulan Ramadan ini, Prodi Ilmu Falak berhasil meraih predikat Unggul. Ini bukan hanya capaian administratif, tetapi wujud kesungguhan kita menjaga kualitas akademik,” ungkapnya.

Menurut Rektor, keberhasilan tersebut menjadi energi baru dalam mempercepat target akreditasi unggul bagi program studi lainnya. Ia menegaskan bahwa budaya mutu harus terus dijaga, tidak hanya untuk memenuhi standar eksternal, tetapi untuk memastikan keberlanjutan kualitas pembelajaran, riset, dan kontribusi keilmuan kepada masyarakat.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika, mulai dari para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan Fakultas Syariah, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), para Direktur, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen, hingga tenaga kependidikan yang telah berkolaborasi secara solid dalam proses akreditasi.

Dengan diraihnya predikat Unggul ini, Program Studi Ilmu Falak diharapkan semakin memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan kajian astronomi Islam, hisab dan rukyat, serta integrasi sains dan keislaman yang relevan dengan kebutuhan umat di era modern. Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa ikhtiar akademik yang dilakukan dengan kesungguhan dan nilai spiritualitas akan melahirkan keberkahan bagi institusi dan masyarakat luas. Adita@Humas-ppid