Jakarta, 28 Februari 2026 — Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berlangsung di Hotel Holiday Inn & Suites Jakarta menegaskan komitmen percepatan penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui optimalisasi program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Keagamaan.Dalam sesi pemaparan, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. menyampaikan bahwa mahasiswa yang mendaftar melalui jalur SPAN dapat langsung mengakses peluang Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Langkah ini diharapkan memperluas akses pembiayaan pendidikan tinggi keagamaan secara lebih sistematis dan terintegrasi.

Rekrutmen Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Keagamaan akan dimulai pada pertengahan Maret 2026, dengan pembukaan pendaftaran awal pada April 2026. Seluruh komponen pembiayaan ditanggung penuh oleh program BIB Keagamaan, termasuk biaya pendidikan dan biaya hidup.Untuk studi dalam negeri, khusus jenjang S2 dan S3, penerima beasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sekitar Rp4–5 juta per bulan. Sementara itu, untuk studi luar negeri, skema pembiayaan disesuaikan dengan standar biaya hidup negara tujuan serta dilengkapi dengan tunjangan keluarga bagi penerima yang memenuhi ketentuan.Dalam arahannya, Dr. Ruchman Basori menekankan pentingnya kesiapan institusi. PTKIN diminta menyusun peta kebutuhan riil perguruan tinggi, khususnya terkait dosen yang belum bergelar doktor pada setiap program studi. Pemetaan ini menjadi dasar perencanaan strategis pengembangan SDM agar beasiswa benar-benar menjawab kebutuhan akademik dan akreditasi.Selain dosen, pemetaan juga perlu dilakukan terhadap tenaga kependidikan (Tendik). Penguatan kompetensi Tendik dipandang strategis untuk mendukung tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing.Forum Rektor PTKIN menilai bahwa integrasi antara jalur seleksi mahasiswa, perencanaan kebutuhan dosen, serta dukungan pembiayaan BIB Keagamaan merupakan langkah maju dalam mempercepat transformasi kualitas PTKIN secara nasional. Dengan perencanaan berbasis data dan kebutuhan nyata, program beasiswa diharapkan tidak hanya meningkatkan kualifikasi akademik, tetapi juga memperkuat ekosistem kelembagaan secara menyeluruh. Dr. Ruchman menyampaikan kepada Forum Rektor bahwa Puspenma selalu membuka kesempatan untuk berkoorinasi dan berkonsultasi terkait proses pembiayaan bagi anak bangsa. Pertemuan ini menjadi momentum penting konsolidasi kebijakan antara pusat dan perguruan tinggi, sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk membangun PTKIN yang unggul, adaptif, dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.Adita@Humas-ppid


