Mataram, 15 Februari 2026 — Panitia pelaksana kegiatan Donor Darah Kebangsaan di Mall Epicentrum Mataram menyatakan optimisme tinggi bahwa jumlah kantung darah yang berhasil dihimpun hingga akhir kegiatan akan melampaui angka 1.200 kantung. Optimisme ini muncul seiring tingginya partisipasi masyarakat yang terus mengalir sejak kegiatan dimulai pada pagi hari.

Sejak pembukaan acara, area layanan donor dipadati peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas sosial, hingga masyarakat umum dan pengunjung mall. Arus pendaftar terlihat stabil sepanjang hari, bahkan meningkat pada jam-jam siang, ketika banyak pengunjung yang awalnya datang untuk beraktivitas di pusat perbelanjaan kemudian memutuskan untuk turut serta mendonorkan darahnya setelah mendapatkan informasi dari panitia.

Panitia mencatat bahwa respons masyarakat jauh melampaui ekspektasi awal. Selain peserta yang telah terdaftar sebelumnya melalui jaringan kampus dan komunitas, partisipasi spontan dari pengunjung umum menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan jumlah pendonor. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran sosial terhadap pentingnya donor darah semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan Donor Darah Kebangsaan ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek serta menjelang Bulan Suci Ramadhan, dengan melibatkan kolaborasi lintas lembaga seperti UIN Mataram, INTI NTB, RSUD, RSUP, dan PMI Lombok Barat. Kehadiran tenaga medis dari RSUD dan RSUP memastikan proses donor berlangsung sesuai standar kesehatan dan keselamatan, dengan alur pelayanan yang dirancang untuk mengakomodasi jumlah peserta yang terus bertambah.

Di lokasi kegiatan, antrean pendonor terlihat tertata dengan sistem layanan yang dibagi dalam beberapa titik pemeriksaan dan pengambilan darah. Tim medis bekerja secara bergantian untuk menjaga kualitas layanan, sementara relawan membantu mengarahkan peserta serta memberikan edukasi terkait manfaat donor darah bagi kesehatan dan kemanusiaan.

Perwakilan panitia menyampaikan bahwa capaian yang berpotensi melampaui 1.200 kantung darah menjadi indikator kuat bahwa kegiatan ini tidak hanya sukses secara partisipatif, tetapi juga berdampak langsung terhadap kebutuhan medis di wilayah Nusa Tenggara Barat. Ketersediaan stok darah yang memadai dinilai sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi secara mendesak.

Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam momentum perayaan keagamaan yang berbeda. Imlek dan Ramadhan dijadikan sebagai ruang refleksi nilai berbagi dan kepedulian, yang diwujudkan melalui aksi nyata dalam bentuk donor darah.

Dengan tren partisipasi yang terus meningkat hingga menjelang sore hari, panitia tetap menjaga optimisme bahwa target pengumpulan darah tidak hanya tercapai, tetapi berpotensi terlampaui. Capaian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas pasokan darah di rumah sakit serta memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya aksi kemanusiaan.

Tingginya antusiasme peserta dalam kegiatan ini menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial masih menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam kegiatan yang berorientasi pada keselamatan dan kepentingan bersama.Adita@Humas-ppid