SURABAYA : Konsolidasi Nasional Strategi Publikasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN 2026 resmi dibuka sebagai langkah strategis dalam memperkuat sistem komunikasi publik serta pengembangan framework seleksi nasional yang adaptif dan berdaya saing. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan arah kebijakan publikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) guna meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan informasi penerimaan mahasiswa baru secara nasional. Kamis, 12/02/2026

Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan humas PTKIN yang dinilai berhasil mengoptimalkan layanan informasi kepada masyarakat secara masif, sistematis, dan terintegrasi. Menurutnya, kinerja kehumasan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan partisipasi calon mahasiswa melalui jalur seleksi nasional.Prof. Abd. Aziz mengungkapkan bahwa peningkatan tersebut tercermin dari jumlah pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang menunjukkan tren positif. Hingga penutupan pengisian PDSS, tercatat sebanyak 14.438 data pendaftar berhasil dihimpun, menandakan meningkatnya kepercayaan sekolah dan siswa terhadap sistem seleksi nasional PTKIN.Ia menambahkan bahwa proses pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur SPAN PTKIN 2026 resmi dibuka mulai 11 hingga 28 Februari 2026. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal pembukaan pendaftaran, di mana dalam waktu sepuluh jam pertama tercatat sebanyak 1.800 peserta telah melakukan registrasi. Pada tahun ini, PTKIN menargetkan kuota penerimaan mahasiswa baru melalui jalur SPAN mencapai 184.000 mahasiswa yang tersebar di seluruh PTKIN di Indonesia.Lebih lanjut, Prof. Abd. Aziz menekankan pentingnya penyusunan roadmap strategi publikasi nasional yang terarah, berbasis data, serta mampu membangun citra positif PTKIN di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Strategi publikasi tersebut diharapkan mampu menampilkan keunggulan akademik, inovasi riset, kualitas sumber daya manusia, serta kontribusi sosial PTKIN kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan publikasi SPAN PTKIN merupakan bagian dari upaya strategis dalam membangun reputasi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang unggul dan kompetitif. Ia menilai bahwa publikasi harus mampu menghadirkan narasi yang mencerahkan, informatif, dan inspiratif sehingga mampu membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.Menurut Prof. Masnun, PTKIN memiliki potensi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Oleh karena itu, kehumasan PTKIN diharapkan mampu mengemas potensi tersebut melalui pendekatan komunikasi yang inovatif, kreatif, dan berbasis storytelling yang kuat.Ia juga mendorong seluruh pimpinan PTKIN untuk memperkuat sinergitas kelembagaan dalam mendukung pencapaian target publikasi nasional.

Kolaborasi antar-rektor, unit kehumasan, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang solid dan berkelanjutan.Konsolidasi nasional ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam pengembangan konstruk dan framework Ujian Masuk (UM) PTKIN 2026 yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada mutu seleksi. Penguatan sistem seleksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas input mahasiswa sekaligus memperkuat daya saing PTKIN di tingkat nasional maupun global.Melalui konsolidasi ini, PTKIN menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga didukung strategi komunikasi publik yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan informasi yang edukatif bagi masyarakat. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan PTKIN sebagai pilihan utama generasi muda dalam mengembangkan potensi intelektual, spiritual, dan profesional di masa depan. Adita@Humas-ppid