MATARAM: Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa transformasi sumber daya manusia (SDM) kehumasan menjadi prioritas strategis dalam memperkuat peran Kementerian Agama sebagai corong narasi kebangsaan dan keagamaan Indonesia di tingkat global. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Breakfast Meeting Kementerian Agama Tahun 2026 yang dihadiri para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, serta jajaran pejabat eselon Kementerian Agama RI. Selasa, 10/02/2026

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh gagasan strategis ini dipandu langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama sebagai moderator yang mengarahkan jalannya diskusi lintas sektor kehumasan dan komunikasi publik. Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional dalam merumuskan arah kebijakan komunikasi publik Kementerian Agama yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan dinamika ruang publik digital.

Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan bahwa Kementerian Agama memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menghadirkan wajah Indonesia yang religius, toleran, dan berkeadaban melalui penguatan komunikasi publik yang profesional dan berdampak luas. Menurutnya, penguatan SDM kehumasan menjadi kunci utama dalam membangun narasi kelembagaan yang mampu menjangkau masyarakat nasional hingga komunitas internasional.

“Kementerian Agama harus mampu menggaungkan Indonesia dari kementerian ini. Komunikasi publik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun peradaban melalui narasi keagamaan yang damai, inklusif, dan mencerminkan moderasi beragama,” tegas Menteri Agama.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis kehumasan menjadi perhatian utama. Menteri Agama menegaskan komitmen untuk memperkuat dukungan anggaran kehumasan sebagai langkah mempercepat modernisasi infrastruktur komunikasi publik. Selain itu, pembaruan pemetaan potensi SDM kehumasan juga menjadi fokus untuk memastikan seluruh insan humas memiliki kompetensi yang selaras dengan tuntutan era digital dan komunikasi global.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya membangun gerakan penulis bertalenta di lingkungan Kementerian Agama sebagai strategi memperkaya narasi kelembagaan yang berkualitas, inspiratif, dan edukatif. Gerakan tersebut diharapkan mampu melahirkan konten komunikasi publik yang tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki daya persuasi dan memperkuat literasi keagamaan masyarakat.

Selain itu, penguatan sindikasi media menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan diseminasi informasi kelembagaan secara nasional dan internasional. Kolaborasi antarunit serta integrasi jaringan media dinilai mampu memastikan penyampaian pesan kelembagaan berlangsung lebih cepat, seragam, dan berdampak luas.

Forum juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital sebagai upaya membangun ketahanan informasi publik di tengah maraknya disinformasi. Penguatan literasi digital dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas informasi sekaligus memperkuat citra institusi yang kredibel dan transparan.

Di sisi lain, optimalisasi media monitoring menjadi instrumen penting dalam membaca dinamika opini publik dan mengevaluasi efektivitas komunikasi kelembagaan. Melalui sistem pemantauan media yang berbasis data, Kementerian Agama diharapkan mampu merumuskan kebijakan komunikasi yang lebih responsif, terukur, dan antisipatif terhadap potensi krisis informasi.

Optimalisasi pengelolaan media sosial juga menjadi perhatian serius dalam forum tersebut. Media sosial dipandang sebagai kanal komunikasi utama yang mampu membangun kedekatan institusi dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang dialog publik yang menuntut kreativitas, kecepatan, dan ketepatan dalam penyampaian pesan.

Melalui Breakfast Meeting Kementerian Agama Tahun 2026, Kementerian Agama meneguhkan komitmen untuk membangun ekosistem komunikasi publik yang modern, profesional, dan berdaya saing global. Transformasi SDM kehumasan diharapkan menjadi fondasi utama dalam memperkuat reputasi Kementerian Agama sebagai institusi yang tidak hanya mengelola urusan keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak harmoni sosial dan diplomasi nilai keagamaan Indonesia di panggung dunia. Adita@Humas-ppid