MATARAM: Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Prof. Masnun Tahir, menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan nasional sosialisasi masif pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai bagian penting dari pelaksanaan SPAN PTKIN 2026. Rabu, 14/01/2026

Penegasan tersebut disampaikan seiring dengan pelaksanaan Webinar dan Workshop Virtual yang diselenggarakan oleh Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 dengan tema “Pengembangan Model Konseling Berbasis AI untuk Siswa dan Sosialisasi Teknis Pengisian PDSS SPAN PTKIN 2026”, yang akan digelar pada Kamis, 15 Januari 2026 esok.

Kegiatan ini menyasar Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Operator Sekolah dari berbagai satuan pendidikan, meliputi MA, MAK, SMA, SMK, Pendidikan Diniyah Formal, Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah, Mu’adalah Muallimin, Mu’adalah Salafiyah, serta satuan pendidikan sederajat. Webinar dan workshop dilaksanakan secara daring pada pukul 13.00–16.00 WIB, melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube PMB PTKIN.

Prof. Masnun Tahir yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Mataram menyampaikan apresiasi tinggi kepada Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 atas inisiatif strategis tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan sekolah terhadap pengisian PDSS yang akurat, valid, dan tepat waktu, sehingga kualitas seleksi SPAN PTKIN dapat terus ditingkatkan.

Lebih lanjut, Prof. Masnun Tahir mengimbau seluruh Panitia Nasional dan Panitia Lokal PMB PTKIN di masing-masing perguruan tinggi untuk secara aktif dan masif menyebarluaskan informasi kegiatan ini kepada seluruh satuan pendidikan. Ia menekankan bahwa keberhasilan SPAN PTKIN sangat ditentukan oleh kualitas data yang diinput oleh sekolah.

“Konsolidasi dan gerak bersama panitia nasional, panitia lokal, serta sekolah menjadi kunci utama agar tidak terjadi kesalahan data yang dapat merugikan peserta didik,” tegasnya.

Webinar dan workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Abd. Aziz, M.Pd.I, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, sebagai pembicara utama. Turut hadir sebagai pemateri Haris Setiaji, M.T.I., CISDE., CISDV., CITA., MOS., MCE., CSA., Koordinator Kelompok Kerja SSE, serta Dr. Dzinnun Hadi, M.Pd., Dosen Bimbingan Konseling Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Selain mendapatkan penguatan materi terkait konseling berbasis kecerdasan buatan (AI) dan aspek teknis PDSS, peserta juga berkesempatan memperoleh sertifikat Workshop sebesar 20 Jam Pelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui gerakan sosialisasi nasional yang diperkuat ini, Forum Rektor PTKIN berharap seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman yang seragam dan komprehensif terkait mekanisme SPAN PTKIN 2026, demi mewujudkan proses seleksi yang adil, transparan, dan berkualitas. Adita@Humas-ppid