MATARAM: UIN Mataram menggelorakan Gerakan Mengaji dan Khataman Al-Qur’an sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, yang puncaknya akan diperingati pada 3 Januari 2026. Gerakan spiritual ini menjadi ikhtiar kolektif civitas akademika UIN Mataram dalam menutup tahun dan menyambut tahun baru dengan doa, zikir, dan penguatan nilai keislaman. Rabu, 31/12/2025

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Mataram, Dr. H. Deny Aprianyah, M.Pd., selaku Ketua Panitia HAB Kemenag ke-80 UIN Mataram, menegaskan bahwa gerakan membaca Al-Qur’an secara masif merupakan ikhtiar besar yang menuntut komitmen dan kesungguhan bersama. Mengkoordinasikan ratusan hingga ribuan peserta untuk terlibat aktif dalam gerakan mengaji tentu bukan perkara mudah, namun memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi individu maupun institusi.

Menurutnya, membangun tradisi kebaikan memang membutuhkan upaya ekstra, bahkan terkadang harus “memaksa diri” untuk konsisten dalam jalan kebaikan. Namun, paksaan dalam kebaikan jauh lebih bermakna dibandingkan kelalaian yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai ilahiah. Gerakan ini sekaligus menjadi simbol kesungguhan UIN Mataram dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi kehidupan kampus.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram juga menyampaikan apresiasi dari Menteri Agama Republik Indonesia atas terselenggaranya Gerakan Khataman Al-Qur’an tersebut. Rektor menilai kegiatan ini sebagai tradisi transisi pergantian tahun yang sangat positif, karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi sarat dengan doa dan harapan bagi bangsa dan negara.

Gerakan ini melibatkan seluruh santri Ma’had Al-Jami’ah, para hafiz dan hafizah Al-Qur’an, serta elemen civitas akademika UIN Mataram. Melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, UIN Mataram mendoakan Indonesia agar senantiasa diberkahi kedamaian, persatuan, dan kemajuan, sejalan dengan spirit HAB Kemenag ke-80 yang meneguhkan pengabdian untuk umat dan bangsa.

Dengan gerakan ini, UIN Mataram menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan spiritual yang menumbuhkan kesadaran religius, kebersamaan, dan tanggung jawab moral di tengah dinamika zaman. Adita@Humas-ppid