MATARAM: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, mengapresiasi pidato kebudayaan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A, yang menegaskan posisi Indonesia sebagai bangsa dengan peradaban tua dan berakar kuat dalam sejarah umat manusia. Pidato tersebut disampaikan dalam forum Reflection 2025 Projection 2026 (Repro) Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI di Hotel Millennium Jakarta, Rabu, 24/12/2025.


Menurut Prof. Masnun Tahir, gagasan Menteri Agama merupakan peneguhan penting bahwa moderasi beragama di Indonesia tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari khazanah peradaban Nusantara yang menjunjung nilai harmoni, kearifan lokal, dan kemanusiaan. Perspektif tersebut, menurutnya, memperkuat fondasi kultural moderasi beragama sebagai karakter khas bangsa Indonesia.
“Pidato kebudayaan Menteri Agama menempatkan moderasi beragama dalam kerangka peradaban, bukan sekadar wacana normatif. Ini sangat relevan dengan realitas keberagamaan masyarakat Indonesia yang historis, inklusif, dan berimbang,” ujar Rektor UIN Mataram.
Ia menambahkan bahwa penjelasan Menag mengenai Indonesia sebagai ummul bilad atau induk peradaban, yang didukung oleh temuan arkeologis dan jejak interaksi global bangsa maritim Nusantara, menjadi narasi kuat dalam membaca identitas keindonesiaan secara utuh—baik dari sisi sejarah, budaya, maupun keberagamaan.
Lebih lanjut, Prof. Masnun Tahir menegaskan peran strategis perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dalam menerjemahkan gagasan besar tersebut ke dalam praktik akademik. Menurutnya, PTKIN harus menjadi ruang penguatan nilai-nilai moderasi beragama melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“PTKIN perlu diposisikan sebagai laboratorium peradaban yang melahirkan generasi beragama yang berilmu, berbudaya, beretika, dan memiliki visi kebangsaan yang kuat,” tegasnya.
Kegiatan Repro BMBPSDM Kemenag RI ini dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Agama, pimpinan PTKIN se-Indonesia, serta para pemangku kepentingan lainnya. Dalam forum tersebut juga disampaikan capaian indeks kerukunan umat beragama nasional periode 2020–2025 yang menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan angka tahun 2025 berada di atas 80—tertinggi sepanjang sejarah pengukuran indeks kerukunan umat beragama di Indonesia. Adita@Humas-ppid