JAKARTA: Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., secara resmi membuka rangkaian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 melalui agenda nasional yang digelar oleh Panitia Nasional PMB PTKIN. Peluncuran ini dilaksanakan secara daring dan diikuti ribuan peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari pimpinan PTKIN, panitia lokal, Kantor Wilayah Kementerian Agama, kepala madrasah, pimpinan pondok pesantren, hingga jajaran kehumasan PTKIN. Senin, 22/12/2025

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I, yang juga Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Menteri Agama hadir langsung memberikan arahan sekaligus meresmikan dimulainya PMB PTKIN 2026. Ia menilai kehadiran Menteri Agama menjadi energi strategis yang mempertegas arah kebijakan nasional PTKIN di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin terbuka dan menantang. Panitia Nasional, lanjutnya, berkomitmen memperkuat inovasi tata kelola PMB, memperluas kolaborasi, serta memastikan peningkatan mutu layanan akademik secara berkelanjutan.
PMB PTKIN 2026, menurut Panitia Nasional, dirancang dengan pendekatan kolaboratif melalui sinergi aktif bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia. Langkah ini ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi, memperkuat sosialisasi, dan meningkatkan pendampingan kepada madrasah serta pondok pesantren sebagai basis utama calon mahasiswa PTKIN.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. M. Amin Suyitno, M.Ag., menegaskan bahwa PTKIN saat ini memiliki modal akademik yang sangat kuat untuk bersaing di tingkat nasional dan global. Ia memaparkan bahwa PTKIN telah memiliki 104 program studi terakreditasi internasional, 734 program studi berakreditasi unggul, serta 33 PTKIN berakreditasi unggul. Capaian tersebut, menurutnya, harus dikapitalisasi melalui strategi komunikasi dan branding universitas yang lebih progresif dan terintegrasi.
Dirjen Pendis juga mendorong panitia dan seluruh PTKIN untuk melakukan glorifikasi keunggulan institusi secara kreatif, termasuk dengan melibatkan media nasional, mengoptimalkan siaran langsung kegiatan strategis, serta menghadirkan figur-figur kunci seperti Menteri Agama dan Sekretaris Jenderal Kemenag dalam ruang publik guna memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap PTKIN.
Dalam arahannya, Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. menegaskan bahwa PMB PTKIN 2026 mengusung semangat “Rise As The Future Hero”, sebagai refleksi visi besar PTKIN dalam mencetak generasi masa depan yang berintegritas, berkeilmuan, dan memiliki daya saing global. Ia menekankan pentingnya integrasi keilmuan, penguatan nilai keunggulan akademik dan moral, kolaborasi antarlembaga PTKIN, serta pengembangan pendekatan geoemosional dan geointelektual dalam pendidikan Islam.
Menteri Agama juga mengajak seluruh ekosistem Kementerian Agama—mulai dari rektor PTKIN, Kanwil Kemenag, kepala madrasah, hingga pimpinan pondok pesantren—untuk memaksimalkan potensi PTKIN sebagai “rumah besar” pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Ia menegaskan bahwa PMB PTKIN harus menunjukkan peningkatan yang nyata dan terukur setiap tahun, baik dari aspek proses, kualitas layanan, maupun capaian hasil, termasuk melalui perluasan akses beasiswa dan akselerasi mutu pendidikan.
Kegiatan launching PMB PTKIN 2026 ini diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta melalui platform Zoom, yang terdiri atas wakil rektor, pejabat Kanwil Kemenag, kepala madrasah, pimpinan pondok pesantren, serta humas PTKIN dari seluruh Indonesia. Agenda ini menjadi titik awal konsolidasi nasional PTKIN dalam menghadirkan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman. Adita@Humas-ppid


