MATARAM – Upaya menghadirkan perlindungan dan pemberdayaan perempuan yang lebih menyeluruh kembali diperkuat melalui pelaksanaan WPS Lecturer Vol. 8 yang diselenggarakan oleh Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram. Mengusung tema “From Prevention to Empowerment: A Full-Spectrum Approach to Women’s Rights,” kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyalakan spektrum perubahan bagi masa depan perempuan yang lebih aman, setara, dan berdaya.

Ketua LP2M UIN Mataram, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu perempuan merupakan fondasi penting bagi pembangunan sosial dan kemanusiaan. Ia menyampaikan bahwa UIN Mataram terus mendorong integrasi riset, advokasi, dan penguatan kapasitas dalam agenda Women, Peace, and Security (WPS). “Melalui forum ini, kita mengonsolidasikan komitmen bersama bahwa perempuan harus ditempatkan sebagai pusat perubahan, bukan sekadar objek perlindungan,” ujarnya.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Rektor UIN Mataram yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Jumarim, M.HI, yang menegaskan bahwa pendekatan spektrum penuh menjadi fondasi penting dalam agenda keadilan gender. Ia menyampaikan bahwa kampus harus menjadi motor penggerak untuk menciptakan ruang aman, mengikis bias, dan membuka peluang kepemimpinan bagi perempuan. “Tidak ada kemajuan tanpa kesetaraan, dan tidak ada kesetaraan tanpa keberanian kita membela hak perempuan,” tegasnya.

Dari sisi mitra, AMAN Indonesia melalui Yuyun Khairun Nisa, serta Kepala PSGA LP2M UIN Mataram, Dr. Mira Mareta, MA, menekankan bahwa pendekatan spektrum penuh bukan hanya menyasar pencegahan kekerasan, tetapi juga mendorong perubahan struktur sosial dan memperkuat agensi perempuan. “Perempuan tidak cukup dilindungi. Mereka harus diberi ruang untuk memimpin perubahan itu sendiri,” tegas keduanya dalam paparan utama.

Wacana kritis juga mengemuka dalam sesi diskusi yang menghadirkan beragam perspektif tentang tantangan perempuan di ruang domestik, publik, hingga digital. Para narasumber mendorong sinergi antara riset akademik, kerja komunitas, dan kebijakan publik untuk menciptakan ekosistem hak perempuan yang lebih kuat dan berdampak.

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, peneliti, aktivis perempuan, dan penggerak komunitas yang aktif memberikan pandangan berdasarkan realitas lapangan. Hadir pula jajaran pimpinan UIN Mataram, seperti Kepala Biro AAKK Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I, Kapus Pengabdian Dr. M. Yusuf, M.Pd, Kapus Penelitian Dr. Emawati, M.Ag, serta Kapus Publikasi Habibi Ratu Prawiranegara, menunjukkan kuatnya dukungan institusional terhadap agenda keadilan gender.

Kolaborasi AMAN Indonesia dan LP2M UIN Mataram melalui WPS Lecturer Vol. 8 ini tidak hanya membangun ruang dialog intelektual, tetapi juga memperluas jejaring dan memperkuat gerakan untuk menciptakan masa depan perempuan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan menyeluruh dari pencegahan hingga pemberdayaan, kegiatan ini menjadi energi baru untuk menggerakkan aksi kolektif bagi hak perempuan.LP2M–Adita@Humas