MATARAM – Gerakan ekoteologi yang menjadi bagian dari kebijakan Kementerian Agama kembali memperoleh energi baru melalui kolaborasi strategis antara UIN Mataram dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB. Pada Sabtu, 6 Desember 2025, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., menerima 300 bibit pohon dari INTI NTB sebagai dukungan untuk agenda penghijauan menjelang Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 yang akan diperingati pada 3 Januari 2026.

Serah terima berlangsung di kediaman Wakil Ketua INTI NTB, S. Widjanarko, di Pagesangan Timur, Kota Mataram. Kehadiran Rektor didampingi unsur pimpinan kampus—Wakil Rektor II Prof. Dr. M. Saleh, Ketua LP2M Prof. Dr. Kadri, M.Si., Kepala Biro AAKK Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I., dan Kepala Biro AUPK Arya Hukmi, S.E., M.M.—menandai keseriusan UIN Mataram dalam membangun kemitraan yang inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Dari pihak INTI, hadir Sekretaris INTI NTB, H. Rudi Hidayat, yang mendampingi proses serah terima.
Prof. Masnun menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi INTI NTB terhadap gerakan ekoteologi kampus. Baginya, kolaborasi lintas komunitas ini menunjukkan bahwa kepedulian ekologis tidak mengenal batas etnis maupun institusi. “Kami berterima kasih kepada Pak Widjanarko dan seluruh keluarga besar INTI NTB. Bibit pohon ini bukan hanya simbol kerja sama, tetapi juga tanda komitmen kita bersama menjaga bumi dan masa depan generasi,” ujarnya.
Wakil Ketua INTI NTB, Widjanarko, menjelaskan bahwa penyediaan bibit pohon merupakan salah satu program rutin organisasi yang mencakup penanaman dan pemeliharaan. Jenis bibit yang disiapkan pun beragam—mulai dari pohon berestetika hingga pohon berbuah yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ia menilai kerja sama dengan UIN Mataram sebagai langkah penting dalam memperkuat gerakan menghijaukan lingkungan hidup. “Ini kolaborasi yang kami banggakan. INTI siap terus mendukung aksi ekoteologi UIN Mataram dalam berbagai kegiatan penghijauan,” tuturnya.
Setelah sesi serah terima, Rektor dan rombongan meninjau area pembibitan yang dikelola INTI NTB. Pada kesempatan itu dilakukan simbolisasi penyerahan 300 bibit pohon yang akan ditanam di lingkungan kampus pada peringatan HAB Kemenag. Prof. Masnun menegaskan kembali bahwa UIN Mataram tengah membangun arah baru menuju green campus yang memberikan manfaat ekologis, estetika, dan ekonomis bagi sivitas akademika.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa ekoteologi dapat menjadi jembatan penghubung yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam misi bersama menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui langkah konkret seperti ini, UIN Mataram memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong gerakan hijau bagi generasi mendatang.
LP2M–Adita@Humas


