MATARAM: Upaya memperkuat implementasi ekoteologi di lingkungan perguruan tinggi kembali digaungkan UIN Mataram melalui jalinan kerja sama dengan komunitas Tionghoa NTB. Pada Sabtu, 6 Desember 2025, Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB menyerahkan 300 bibit pohon kepada Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun, M.Ag., sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghijauan kampus menjelang peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama yang ke-80. Ahad, 07/12/2025

Langkah ini menegaskan komitmen UIN Mataram untuk terus mendorong gerakan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Setelah sebelumnya melakukan penanaman pohon pada momentum Dies Natalis ke-59, kini kampus kembali menyiapkan aksi penghijauan yang lebih luas dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Prosesi penyerahan berlangsung hangat di kediaman Wakil Ketua INTI NTB, S. Widjanarko, di Pagesangan Timur, Kota Mataram. Rektor hadir bersama Wakil Rektor II Prof. Dr. M. Saleh, Ketua LP2M Prof. Dr. Kadri, M.Si., Kepala Biro AAKK Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I., serta Kepala Biro AUPK Arya Hukmi, S.E., M.M. Dari pihak INTI NTB, Sekretaris INTI H. Rudi Hidayat turut mendampingi.
Dalam sambutan penuh apresiasi, Prof. Masnun menyampaikan bahwa gerakan menanam dan merawat pohon merupakan wujud konkret kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan. Ia menilai dukungan INTI NTB sebagai bentuk sinergi sosial yang memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama. “Terima kasih kepada Pak Widjanarko dan keluarga besar INTI NTB. Bibit ini akan menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama membangun kampus hijau dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua INTI NTB, Widjanarko, menguraikan bahwa organisasi mereka memiliki program khusus penyediaan bibit pohon dengan beragam jenis, mulai dari pohon berestetika hingga yang bernilai ekonomis. Ia menyambut baik kerja sama dengan UIN Mataram karena selaras dengan semangat INTI untuk mendukung gerakan penghijauan. “Kami bangga bisa mengambil bagian dalam aksi lingkungan bersama UIN Mataram. Semoga kolaborasi ini berkelanjutan dan memberi manfaat luas,” ujarnya.
Setelah sesi serah terima, rombongan UIN Mataram diajak melihat langsung lokasi pembibitan pohon INTI NTB. Di sana dilakukan simbolisasi penyerahan bibit yang akan ditanam pada 3 Januari 2026 sebagai bagian dari peringatan HAB Kemenag. Dalam kesempatan itu, Prof. Masnun kembali menegaskan arah kebijakan kampus untuk memperkuat identitas sebagai green campus yang menyediakan ruang belajar yang sehat, asri, dan mendukung keberlanjutan ekologis.
Kolaborasi lintas komunitas ini semakin menegaskan bahwa gerakan ekoteologi di UIN Mataram bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan kolektif yang melibatkan berbagai pihak dan memberi dampak nyata bagi lingkungan serta generasi mendatang.
LP2M–Adita@Humas


