MATARAM: Tim Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mataram melaksanakan kegiatan pendampingan akreditasi bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di bawah naungan KOPERTAIS Wilayah XIV Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu institusi memahami dan mengimplementasikan regulasi terbaru dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi, khususnya terkait Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 4.0 dari BAN-PT dan Instrumen LAMDIK 2.0 untuk program studi kependidikan. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen UIN Mataram dalam memperkuat mutu kelembagaan PTKIS di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025 bertempat di Gedung Training Center UIN Mataram, dan melibatkan sebanyak 24 PTKIS dari seluruh Pulau Lombok. Masing-masing perguruan tinggi mengirimkan dua orang tim akreditasi, sehingga total peserta mencapai 48 orang. Kehadiran para peserta mencerminkan antusiasme dan keseriusan institusi dalam menghadapi tantangan akreditasi berbasis regulasi terbaru. Dengan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi PTKIS untuk meningkatkan kesiapan menghadapi asesmen berbasis data dan capaian mutu.

Kegiatan ini menjadi sangat relevan dengan diberlakukannya Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 yang menggantikan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023. Regulasi baru ini menegaskan pentingnya integrasi antara Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam satu kerangka kerja mutu nasional yang adaptif dan berbasis capaian. Dalam konteks ini, PTKIS dituntut tidak hanya memenuhi standar administratif, tetapi juga menunjukkan dampak nyata dari tridharma perguruan tinggi melalui data dan luaran yang terukur.

Proses pendampingan berjalan lebih intensif dan kontekstual, kolaborasi dengan asesor aktif dari BAN-PT dan LAMDIK menjadi kunci dalam memastikan bahwa materi dan praktik yang diberikan sesuai dengan standar terkini. Klinik penyusunan dokumen akreditasi menjadi ruang reflektif bagi tim penyusun untuk memperkuat narasi mutu dan menyusun rekomendasi perbaikan berbasis evaluasi dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT). Pendekatan ini juga mendorong pemanfaatan SPMI sebagai instrumen strategis dalam menunjang akreditasi unggul.

Secara konseptual, kegiatan ini merujuk pada kerangka Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) sebagaimana diatur dalam Permendiktisaintek 39 Tahun 2025. SPM Dikti menekankan pentingnya siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi budaya mutu yang berkelanjutan. Dalam konteks pendampingan ini, teori tersebut menjadi dasar dalam menyusun strategi berbasis siklus mutu, mengintegrasikan standar nasional ke dalam dokumen akreditasi, serta meningkatkan kapasitas institusi dalam memenuhi indikator kinerja utama dan standar mutu berbasis output dan capaian pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membantu PTKIS dalam memenuhi persyaratan akreditasi, tetapi juga membangun sistem mutu yang adaptif dan berkelanjutan.

Metodologi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan Community-Based Research (CBR), yang menempatkan komunitas akademik PTKIS sebagai mitra sejajar dalam proses pengembangan kapasitas. Melalui tahapan partisipatif mulai dari inisiasi kemitraan, formulasi masalah bersama, pemetaan kekuatan dan kebutuhan, hingga implementasi aksi kolaboratif dan refleksi hasil, pendekatan ini memastikan bahwa proses pendampingan tidak bersifat top-down. Hasil yang diharapkan bukan hanya meningkatnya nilai akreditasi, tetapi juga tumbuhnya kapasitas reflektif, strategi mutu lokal, dan kemandirian kelembagaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan di sejumlah PTKIS yang ditunjuk oleh KOPERTAIS Wilayah XIV Mataram sebagai model penguatan mutu berbasis komunitas.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Tim Pelaksana Pengabdian LP2M UIN Mataram yang terdiri dari Prof. Dr. H. Abdul Quddus, M.A. sebagai ketua tim, dan Dr. H. Fathurrahman Mukhtar, M.Ag. sebagai anggota. Keduanya merupakan akademisi sekaligus asesor aktif BAN-PT dan LAMDIK yang memiliki pengalaman luas dalam pendampingan akreditasi dan pengembangan mutu pendidikan tinggi Islam. Dengan kepemimpinan dan keahlian mereka, kegiatan ini berjalan secara sistematis, terukur, dan berdampak langsung terhadap kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan akreditasi berbasis regulasi terbaru. Adita@Humas