MATARAM: Prof. Dr. H. Abdul Quddus, S.Ag., M.A., Guru Besar bidang Teologi Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, berhasil meraih predikat Calon Maheswara Kualifikasi Utama dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan negara atas kapasitas intelektual, integritas pribadi, serta rekam jejak pengabdian beliau dalam bidang pendidikan tinggi, penguatan moderasi beragama, dan internalisasi nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat multikultural, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Seleksi Maheswara Utama BPIP dilaksanakan secara nasional dan berlangsung sejak 18 Juni 2025. Proses ini melibatkan asesor dari lima kementerian/lembaga strategis, yakni Badan Intelijen Negara (BIN RI), Badan Pengembangan SDM Kementerian Dalam Negeri (BP SDM Kemendagri), Kementerian PAN-RB, Lembaga Administrasi Negara (LAN RI), dan BPIP. Dari total 1.276 pendaftar, hanya 42 peserta yang dinyatakan lulus dan ditetapkan sebagai Calon Maheswara Kualifikasi Utama setelah melalui tahapan administratif dan asesmen portofolio yang mendalam terhadap rekam jejak akademik, profesional, dan kontribusi sosial.
Sebagai bagian dari tahapan akhir, Prof. Abdul Quddus mengikuti pendidikan dan pelatihan Training of Trainers (ToT) Maheswara Utama BPIP pada 10–12 November 2025 di Grand Platinum Hotel, Jakarta. Program ini dirancang untuk membekali para calon Maheswara dengan kompetensi ideologis, pedagogis, dan komunikatif yang diperlukan dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara efektif kepada masyarakat. Dengan pendekatan berbasis pengalaman dan refleksi nilai, peserta diharapkan mampu menjadi fasilitator ideologi yang berintegritas dan berdampak luas. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, Prof. Abdul Quddus akan memperoleh sertifikat resmi sebagai Maheswara Utama BPIP, menandai kesiapan beliau untuk menjalankan tugas ideologis di tingkat nasional.

Kiprah Prof. Dr. H. Abdul Quddus tidak hanya terbatas pada ruang akademik, tetapi juga meluas ke ranah kebijakan dan penguatan kelembagaan. Beliau aktif sebagai Fasilitator Nasional Moderasi Beragama Kementerian Agama RI sejak 2023, serta menjabat sebagai Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Di NTB, beliau dikenal sebagai figur dalam membangun narasi Islam moderat dan kebangsaan yang harmonis, serta menjadi rujukan dalam berbagai forum keilmuan dan kebijakan publik yang berbasis nilai-nilai Pancasila. Salah satu kontribusi monumental beliau adalah keterlibatannya sebagai anggota Tim Peneliti, Pengkaji, dan Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi NTB yang secara aktif mengawal proses pengusulan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional. Melalui kajian akademik, dokumentasi sejarah, dan advokasi nilai perjuangan tokoh tersebut, upaya TP2GD NTB membuahkan hasil dengan ditetapkannya TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 115/TK/Tahun 2017, tertanggal 6 November 2017.
Keberhasilan Prof. Abdul Quddus sebagai calon Maheswara Utama membuka ruang sinergi antara UIN Mataram dan lembaga-lembaga strategis nasional dan daerah seperti BPSDM NTB, Litbang NTB, PIP NTB, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTB. BPSDM NTB berperan dalam pengembangan kapasitas aparatur dan SDM daerah melalui pelatihan berbasis nilai kebangsaan, sementara Litbang NTB mendukung riset kebijakan dan inovasi sosial yang relevan dengan penguatan ideologi Pancasila. PIP NTB menjadi simpul pembinaan ideologi di tingkat lokal, dan Kesbangpol NTB memiliki mandat strategis dalam menjaga stabilitas ideologi, kohesi sosial, serta pelaksanaan program pembinaan wawasan kebangsaan, bela negara, dan penguatan nilai-nilai Pancasila. Kolaborasi antara Maheswara BPIP dan Kesbangpol NTB diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi ideologi ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda, tokoh agama, dan komunitas lokal.
Pencapaian Prof. Abdul Quddus sebagai Maheswara Utama BPIP RI juga sejalan dengan arah pembangunan nasional yang digariskan dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Salah satu misi utama dalam delapan cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia, yang menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat karakter kebangsaan. Peran Prof. Abdul Quddus sebagai fasilitator ideologi dan tokoh moderasi beragama di NTB merupakan manifestasi konkret dari misi tersebut, terutama dalam membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, penguatan kelembagaan, dan advokasi sosial.
Lebih jauh, sinergi antara UIN Mataram dan lembaga strategis daerah mencerminkan implementasi misi Asta Cita lainnya, yaitu membangun sumber daya manusia unggul, produktif, dan berdaya saing. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pembinaan ideologi yang kontekstual dan berkelanjutan, menjadikan NTB sebagai model daerah yang aktif dalam pengarusutamaan nilai-nilai kebangsaan. Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman lintas kelembagaan, Prof. Abdul Quddus diharapkan mampu menjadi katalisator transformasi ideologis yang mendukung arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
BPIP sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia memiliki mandat strategis untuk merumuskan kebijakan pembinaan ideologi Pancasila. Penugasan Prof. Abdul Quddus sebagai Maheswara Utama menjadi bagian dari upaya memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan akademik, spiritual, dan sosial. Dengan semangat kebangsaan yang berakar kuat di bumi NTB, beliau membawa kontribusi daerah ke panggung nasional dalam memperkuat karakter ideologis bangsa. Pencapaian ini memperkuat posisi UIN Mataram sebagai mitra strategis negara dalam membangun SDM ideologis menuju Indonesia Emas 2045. HAQ-Adita@Humas


