MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram menegaskan komitmennya sebagai pelopor gerakan kampus hijau di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Kongres dan Simposium Nasional Ecoteologi PTKIN tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., saat membuka Workshop Implementasi K3 dan Keberlanjutan Lingkungan di Kampus: Dari Ide ke Aksi, Selasa, 28/10/2025

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kesiapan UIN Mataram menjadi tuan rumah kongres nasional tersebut bukan hanya bentuk prestasi kelembagaan, tetapi juga bukti nyata dari konsistensi dan komitmen kampus terhadap gerakan keberlanjutan lingkungan berbasis nilai-nilai Islam. “Kita ingin menunjukkan bahwa dari kampus Islam, lahir peradaban hijau yang berakar pada iman, ilmu, dan amal. Kongres Ecoteologi ini menjadi momentum nasional untuk membangun kesadaran baru tentang hubungan manusia dan alam dalam bingkai spiritualitas Islam,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor didampingi Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Muhammad Saleh., meluncurkan program unggulan SDGs Center bertajuk Kampus BASIRA (Bersih, Asri, Sehat, Islami, dan Ramah Lingkungan). Program ini menjadi manifestasi konkret dari semangat UIN Berdampak dalam mengintegrasikan prinsip keselamatan, kesehatan kerja (K3), dan keberlanjutan lingkungan ke dalam seluruh aktivitas akademik dan operasional kampus.

Ketua SDGs Center UIN Mataram, Dewi Sartika Nasution, M.Si., menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir, SDGs Center telah melaksanakan berbagai program capacity building, pelatihan, serta benchmarking tata kelola SDGs di tingkat nasional. “Kami terus memperkuat sinergi kelembagaan agar Green Campus bukan hanya jargon, melainkan budaya dan arah kebijakan kampus,” ungkapnya.

Kegiatan workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yakni Irwan Sastrawan, ST., MM. dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB yang membahas penerapan K3 di institusi pendidikan, dan Dr. Ika Y. Sapitri dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB yang menyoroti pentingnya kesehatan lingkungan sebagai dasar keberlanjutan kampus.

Rektor mengapresiasi capaian dan kerja keras SDGs Center yang terus berinovasi dalam mewujudkan kampus berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Kongres dan Simposium Nasional Ecoteologi PTKIN 2026 akan menjadi momentum penting bagi UIN Mataram untuk memperkuat jejaring nasional dan memperluas pengaruh gerakan ekoteologi Islam. “Insya Allah, dari UIN Mataram akan lahir gagasan besar tentang teologi hijau yang menyatukan ilmu, iman, dan kepedulian ekologis menuju Indonesia berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan ini sekaligus menandai babak baru perjalanan UIN Mataram sebagai kampus berdampak (impactful university) yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan membangun peradaban Islam yang ramah alam. Adita@Humas