MATARAM: Ada yang berbeda dalam puncak perayaan Dies Natalis ke-59 Universitas Islam Negeri Mataram tahun ini. Di tengah semarak pawai alegoris dan gerakan ekoteologi, kampus hijau ini juga menghadirkan kegiatan yang sarat makna kemanusiaan: pemeriksaan kesehatan mental dan konseling psikologis gratis bagi seluruh sivitas akademika, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan bertajuk “Pojok Healing ini digelar di area taman Gedung Rektorat bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma Mataram, sebagai bagian dari komitmen UIN Mataram terhadap kesejahteraan mental civitas akademika di tengah dinamika kehidupan kampus dan kerja akademik yang padat.

Rektor Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari nilai-nilai ekoteologi Islam yang memandang keseimbangan jiwa dan lingkungan sebagai satu kesatuan utuh.

Kampus bukan hanya tempat menumbuhkan kecerdasan intelektual, tapi juga ruang menumbuhkan ketenangan batin dan kebahagiaan hidup. Kesehatan mental yang baik adalah pondasi lahirnya insan akademik yang produktif dan berkarakter,” ujar Rektor.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim psikolog dan psikiater profesional melalui serangkaian asesmen psikologis, konseling singkat, serta edukasi publik tentang stres akademik dan manajemen emosi. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti layanan ini, yang dikemas dengan suasana santai dan penuh kehangatan.

Selain pemeriksaan individu, kegiatan ini juga menghadirkan sesi edukasi terbuka tentang pentingnya self-care dan keseimbangan hidup di era digital, yang disampaikan oleh tim konselor RSJ Mutiara Sukma.

Kegiatan “Pojok Healing” ini menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat Dies Natalis UIN Mataram ke-59 yang mengusung tema merawat tradisi, menanam harapan, dan membangun harmoni antara ilmu, iman, dan kehidupan. Melalui kegiatan ini, UIN Mataram menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak insan cendekia, tetapi juga manusia yang sehat secara jasmani dan rohani.

Dies Natalis kali ini bukan hanya perayaan prestasi, tapi juga momentum refleksi kemanusiaan. Kesehatan jiwa adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial kita bersama,tutupnya. Adita@Humas