MATARAM: Di saat sebagian besar orang menikmati waktu istirahat di akhir pekan, Rektor Universitas Islam Negeri  Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., justru memilih mengisi hari liburnya dengan langkah hijau penuh makna. Bersama Wakil Rektor II, jajaran Bagian Umum dan Humas, serta tim Keamanan Kampus, Rektor memimpin aksi penanaman dan penyumbangan 59 pohon berbagai jenis pohon buah dan pohon pelindung di lingkungan kampus, Minggu (19/10/2025).

Gerakan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan Dies Natalis ke-59 UIN Mataram, yang tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi diwujudkan dalam bentuk kepedulian ekologis dan spiritual.

“Hari ini kita menanam bukan sekadar pohon, tapi kesadaran. Setiap batang yang tumbuh adalah simbol cinta dan tanggung jawab kita terhadap bumi sebagai amanah Allah. Ini bagian dari ibadah ekologis yang harus kita hidupkan bersama,” ujar Prof. Masnun saat meninjau area penghijauan di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan itu, Rektor bersama tim menyusuri beberapa titik kampus yang masih minim pepohonan, termasuk di belakang gedung fakultas, sekitar jalan utama, dan halaman terbuka antarbangunan. Ia meminta agar area-area kosong tersebut segera ditanami dan ditata sebagai ruang hijau produktif.

Menurutnya, penanaman 59 pohon ini bukan sekadar simbol angka usia UIN Mataram, tetapi representasi dari pertumbuhan iman, ilmu, dan kesadaran ekologis yang terus berakar dan berkembang di kampus.
“Kita rayakan Dies Natalis bukan dengan pesta, tapi dengan penanaman. Kita tidak hanya memperingati usia, tapi menumbuhkan kehidupan. Inilah semangat ekoteologi menghubungkan iman dengan aksi ekologis nyata,” tegas Rektor.

Prof. Masnun juga menekankan bahwa gerakan menanam harus menjadi bagian dari tradisi kampus hijau dan didorong menjadi program kolektif seluruh sivitas akademika. Ia menginstruksikan agar kegiatan penghijauan berikutnya melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, hingga organisasi kemahasiswaan.
“Kita ingin kampus ini tidak hanya hijau secara fisik, tapi juga hijau secara nilai dan spiritualitas. Menanam adalah zikir ekologis yang mengajarkan sabar, syukur, dan tanggung jawab,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Muhammad Saleh menjelaskan bahwa pohon-pohon yang ditanam mencakup jenis-jenis produktif seperti mangga, jambu, alpukat, dan kelengkeng, serta beberapa pohon pelindung berdaun rindang untuk memperkuat kesejukan kawasan kampus.
“Kami memilih pohon yang bermanfaat, tahan iklim, dan berumur panjang. Dengan begitu, pohon-pohon ini akan menjadi warisan ekologis sekaligus sumber kehidupan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Menutup kegiatan tersebut, Rektor berharap agar gerakan menanam pohon menjadi tradisi tahunan kampus yang melibatkan seluruh sivitas akademika.
“Kita sumbang 59 pohon hari ini untuk menandai usia 59 tahun UIN Mataram. Tapi maknanya jauh lebih besar: kita menanam harapan, menanam masa depan, dan menanam nilai iman di tanah pengetahuan. Karena kampus hijau adalah simbol peradaban yang berakar pada cinta dan kepedulian terhadap alam,pungkasnya