MATARAM: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram sekaligus Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Indonesia, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas dua capaian gemilang Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) pada Oktober 2025.
Pertama, Kemenag berhasil meraih penghargaan “Badan Publik Terfavorit 2025” dari Komisi Informasi Pusat (KIP) RI pada ajang Information Transparency Award 2025 yang digelar di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/10/2025). Kedua, berdasarkan hasil survei IndoStrategi Research & Consulting, Kemenag juga menempati peringkat ketiga Kementerian dengan kinerja terbaik nasional dengan skor 3,26 poin, berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Luar Negeri.
Capaian tersebut menegaskan posisi Kemenag sebagai lembaga publik yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Komisioner KIP sekaligus Ketua Dewan Juri, Rospita Vici Paulyn, menjelaskan bahwa penghargaan keterbukaan informasi ini merupakan simbol komitmen nasional untuk memperkuat budaya transparansi di lembaga pemerintahan.
“Keterbukaan informasi bukan sekadar amanat undang-undang, tetapi juga sarana membangun kepercayaan publik. Tahun ini, banyak inovasi komunikasi publik yang inspiratif,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenag, Prof. Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja sistematis yang berlandaskan Asta Protas, delapan prioritas strategis Kemenag yang menekankan pelayanan umat, tata kelola transparan, dan transformasi digital bidang keagamaan.
“Alhamdulillah ini kabar yang membanggakan. Kami bersyukur atas kepercayaan publik dan berterima kasih atas kerja keras seluruh pimpinan dan ASN Kemenag. Keberhasilan ini milik kita semua,” ungkapnya, Jumat (17/10/2025).
Kamaruddin menambahkan, arah kerja Kemenag juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan manusia, keadilan sosial, dan pemerataan pendidikan sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.
“Kemenag menjadi bagian integral dari orkestrasi besar pemerintahan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden. Kami mendukung penuh program PHTC seperti Cek Kesehatan Gratis, Makan Bergizi Gratis, dan Sekolah Garuda karena selaras dengan nilai-nilai keagamaan yang humanis dan berkeadilan,” jelasnya.
Lebih jauh, Kamaruddin mengungkapkan bahwa Kemenag kini mendorong dua inisiatif strategis yakni Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta, sebagai simbol transformasi nilai-nilai agama yang relevan dengan isu kemanusiaan dan keberlanjutan.
“Ekoteologi menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap alam adalah bagian dari ibadah, sementara Kurikulum Berbasis Cinta menumbuhkan empati, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Inilah wajah baru Kemenag—agama yang membangun, bukan memisahkan,” ujarnya.
Menanggapi dua capaian tersebut, Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua Forum Rektor PTKN Indonesia, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas konsistensi Kemenag dalam memperkuat tata kelola publik yang modern, inklusif, dan transparan.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama atas dua capaian strategis ini. Penghargaan dari Komisi Informasi Pusat dan pengakuan dari IndoStrategi menegaskan bahwa Kemenag terus bertransformasi menjadi lembaga publik yang visioner, terbuka, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Masnun menilai keberhasilan ini sebagai refleksi dari kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif, terutama dalam mendorong sinergi antara pusat dan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.
“Capaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh PTKN untuk memperkuat sistem informasi publik yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. UIN Mataram dan Forum Rektor PTKN siap mendukung arah kebijakan Kemenag dalam memperluas transformasi digital dan memperkuat literasi keagamaan moderat di lingkungan kampus,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa semangat keterbukaan informasi dan peningkatan kinerja publik yang dilakukan Kemenag sejalan dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Keterbukaan dan akuntabilitas publik bukan hanya kebutuhan birokrasi, tetapi juga bagian dari dakwah ilmiah dan tanggung jawab moral kampus. Dengan keteladanan Kemenag, kami optimistis PTKN di seluruh Indonesia akan menjadi pionir pelayanan publik yang transparan, profesional, dan berintegritas,” pungkasnya. HKP-Adita@Humas


