MATARAM: Workshop Review Kurikulum UIN Mataram menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah kebijakan akademik berbasis Outcome Based Education (OBE) yang kini mulai diterapkan secara menyeluruh di seluruh program studi. Kegiatan yang digagas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., ini merupakan bagian dari upaya sistematis universitas untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang unggul, berorientasi capaian, serta mampu bersaing di tingkat global. Jum’at, 17/10/2025

Dalam sambutannya, Prof. Adi Fadli menegaskan bahwa transformasi kurikulum berbasis OBE bukan sekadar perubahan format pembelajaran, tetapi merupakan lompatan paradigma pendidikan menuju model pengajaran yang menekankan learning outcomes sebagai ukuran keberhasilan. “Implementasi kurikulum OBE bukan hanya tentang bagaimana dosen mengajar, tetapi bagaimana mahasiswa belajar untuk menjadi kompeten, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman. Ini adalah strategi menuju internasionalisasi kampus dan peningkatan daya saing lulusan kita di pasar kerja global,” ujarnya di hadapan para dekan, ketua program studi, dan tim pengembang kurikulum.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa OBE memberikan arah baru bagi dosen dalam merancang Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berbasis capaian pembelajaran lulusan (CPL), sekaligus menuntut adanya evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas proses dan hasil belajar. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak lagi diposisikan sebagai penerima pasif pengetahuan, melainkan sebagai subjek pembelajar yang aktif, reflektif, dan solutif terhadap tantangan dunia nyata.
Dalam konteks kelembagaan, Prof. Adi Fadli juga menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas fakultas dalam mendesain kurikulum yang integratif, baik antara keilmuan umum maupun nilai-nilai Islam yang menjadi karakter utama UIN Mataram. “Integrasi keilmuan dan integrasi nilai-nilai adalah keniscayaan bagi kita. Dengan kolaborasi dan benchmarking, kita memastikan kurikulum kita tidak hanya relevan, tetapi juga progresif dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat global,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi penguatan mutu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi Islam negeri lain seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, untuk berbagi praktik baik dan memperluas jaringan kolaborasi akademik. Melalui sinergi ini, UIN Mataram berupaya membangun sistem akademik yang berpijak pada prinsip continuous quality improvement (CQI), yakni perbaikan berkelanjutan dalam mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Workshop yang berlangsung dengan penuh antusias ini menghadirkan sesi diskusi mendalam tentang rancangan kurikulum, pemetaan CPL – CPMK – Sub CPMK, serta evaluasi metode pembelajaran dan penilaian berbasis luaran. Para peserta dari berbagai fakultas turut menyampaikan pandangan konstruktif, mencerminkan semangat kolaboratif untuk melahirkan kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan regulasi nasional, tetapi juga selaras dengan kebutuhan industri dan masyarakat global.
Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol komitmen akademik UIN Mataram dalam memperkuat tata kelola pendidikan berbasis kinerja dan capaian. Dengan dukungan penuh pimpinan universitas dan seluruh sivitas akademika, OBE diyakini menjadi fondasi bagi lahirnya generasi sarjana muslim yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki soft skills, etika profesional, dan kesadaran spiritual yang kuat.
Melalui penerapan OBE secara konsisten dan terukur, UIN Mataram menegaskan langkah konkretnya menuju kampus berkelas dunia (world class university) yang menyeimbangkan antara academic excellence, moral integrity, dan spiritual wisdom. Sebuah ikhtiar berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing internasional. Adita@Humas


