MATARAM: Universitas Islam Negeri Mataram kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor kampus berwawasan kebangsaan dan berjiwa moderat. Melalui Seminar Kopitol bertajuk “Moderasi Beragama, Mahasiswa, dan Wajah Demokrasi Kita” yang digelar oleh Rumah Moderasi Beragama (RMB), kampus ini menghidupkan kembali semangat intelektual mahasiswa untuk menjadi katalis perubahan sosial dan penjaga nalar demokrasi Indonesia. Sabtu, 11/10/2025

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Teater Perpustakaan UIN Mataram itu menghadirkan Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., sebagai keynote speaker, bersama dua narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan pemerhati sosial-keagamaan. Acara ini juga dihadiri ratusan mahasiswa lintas fakultas yang antusias mengikuti dialog terbuka tentang peran generasi muda dalam menjaga harmoni, kebebasan, dan etika demokrasi bangsa.
Dalam pidato utamanya, Rektor Prof. Dr. H. Masnun Tahir menegaskan bahwa gerakan kampus moderat bukan hanya program seremonial, tetapi merupakan strategi kebangsaan untuk menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah tantangan zaman.
“UIN Mataram ingin menjadi pusat lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga bijak bersikap. Mahasiswa kita adalah penjaga nalar demokrasi Indonesia mereka yang mampu memadukan iman, ilmu, dan kemanusiaan dalam satu nafas kebangsaan,” tegas Rektor disambut tepuk tangan meriah peserta.

Rektor juga mengibaratkan moderasi beragama sebagai pelangi kebangsaan yang memperindah wajah demokrasi Indonesia.
“Pelangi itu indah karena warnanya beragam. Begitu pula Indonesia, ia kuat karena perbedaan yang dirawat dengan cinta dan kesadaran. Jangan pernah menjadi zebra cross yang hanya melihat hitam-putih kehidupan,” ujarnya dengan gaya retoris yang menggugah.
Ketua Rumah Moderasi Beragama, Apipuddin, S.H.I., LL.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Kampus Moderat yang secara berkelanjutan mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam tridarma perguruan tinggi.
“Gerakan ini meneguhkan UIN Mataram sebagai rumah bagi nalar kebangsaan, tempat di mana mahasiswa diajak untuk berpikir terbuka, menghargai perbedaan, dan berperan aktif membangun peradaban yang adil serta berkeadaban,” ungkapnya.

Menutup kegiatan, Rektor Prof. Masnun kembali menyerukan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga demokrasi dan persatuan bangsa.
“Indonesia hebat berawal dari kampus yang sehat, kampus yang membangun nalar kritis, karakter toleran, dan semangat gotong royong. Dari kampus moderat inilah kita menyalakan obor peradaban untuk Indonesia yang damai, inklusif, dan berkemajuan,” pungkasnya.
Dengan semangat Satu Langkah, Satu Tujuan, dan Satu Cita untuk Indonesia Hebat, UIN Mataram terus berkomitmen menjadi pusat pengembangan moderasi beragama dan demokrasi intelektual yang berpihak pada kemanusiaan, keilmuan, dan kebangsaan. Adita@Humas


