MATARAM: Di balik semarak aktivitas pagi di kampus UIN Mataram, ada sosok yang selalu hadir lebih awal, menyapa dengan senyum dan doa. Dialah Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang dengan penuh ketulusan memulai harinya dengan berkeliling ke fakultas, unit, dan lembaga setiap pagi. Bukan sekadar sidak, tetapi sebuah langkah penuh cinta dan tanggung jawab untuk memastikan seluruh sivitas akademika bekerja dengan hati yang bersih dan semangat yang tulus. Jumat, 10/10/2025

“Setiap pagi saya berdoa, semoga seluruh keluarga besar UIN Mataram sehat, bahagia, dan diberi kekuatan untuk bekerja dengan ikhlas. Karena kampus ini hanya akan maju jika kita semua hadir dengan hati yang penuh cinta,” tutur Rektor dengan nada hangat di sela kunjungannya.
Kegiatan yang awalnya berupa inspeksi kini berubah menjadi gerakan moral—gerakan keteladanan dan doa. Bagi beliau, menanamkan disiplin bukan sekadar menegakkan aturan, tetapi menyemai nilai-nilai tanggung jawab dan kejujuran dalam diri setiap pegawai dan dosen. Ia percaya, kebiasaan kecil seperti datang tepat waktu, berpakaian rapi, dan bekerja penuh semangat adalah bentuk sederhana dari ibadah dan pengabdian.
Dalam arahannya, Rektor meminta seluruh Kepala Bagian (Kabag) di fakultas dan rektorat untuk menjadi sumber inspirasi bagi bawahannya. “Pimpinan itu bukan hanya memberi perintah, tapi juga memberi teladan. Datang paling lambat jam 07.30. Tunjukkan kepada staf bahwa kita bekerja bukan karena diawasi, tapi karena kita cinta pada tanggung jawab ini,” tegasnya lembut namun bermakna.

Beliau juga mengingatkan agar setiap ruang kerja menjadi ruang yang hidup — tempat tumbuhnya semangat dan kolaborasi, bukan ruang yang kosong di pagi hari. Untuk itu, Rektor telah meminta bagian kepegawaian melakukan audit kinerja agar setiap pegawai dan dosen dapat bekerja dengan profesional. “Kalau ada honorer yang malas dan sering absen, itu tanda dia belum mencintai pekerjaannya. Lebih baik kita fokus pada mereka yang ingin tumbuh bersama UIN Mataram,” ujarnya bijak.
Bagi ASN yang sering terlambat atau kurang berkomitmen, Rektor menekankan pentingnya pembinaan, bukan semata teguran. “Kita semua sedang belajar menjadi lebih baik. Tidak ada yang sempurna, tapi setiap hari kita bisa memperbaiki diri,” ucapnya dengan nada penuh empati.
Langkah humanis yang ditempuh Rektor ini menjadi inspirasi baru bagi banyak pihak. Para dosen dan pegawai menilai, kehadiran beliau setiap pagi membawa energi positif dan menyalakan semangat baru di lingkungan kerja. Disiplin bukan lagi dianggap beban, tetapi menjadi bentuk syukur atas kesempatan untuk berkontribusi bagi kemajuan kampus.
Dengan cara sederhana namun bermakna, Rektor UIN Mataram ingin membangun peradaban kerja yang berjiwa: datang lebih awal, bekerja dengan hati, dan pulang dengan rasa bangga. Dari doa di setiap pagi, ia ingin menumbuhkan satu keyakinan — bahwa kampus unggul tidak dibangun oleh sistem semata, melainkan oleh manusia-manusia yang bekerja dengan cinta, tanggung jawab, dan keteladanan.
“Bekerjalah dengan hati, karena di sanalah letak keberkahan dan kebahagiaan,” pesan Rektor yang terus bergema di setiap langkah paginya. Adita@Humas


