JAKARTA: Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) menggelar kegiatan evaluasi nasional pada 26–27 September 2025 di Jakarta. Evaluasi tahunan ini menjadi ajang penting untuk meninjau seluruh tahapan PMB yang telah dilaksanakan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan di tahun berikutnya.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang juga Ketua Forum Rektor PTKIN Indonesia, menegaskan bahwa evaluasi menjadi agenda wajib agar proses penerimaan mahasiswa tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga semakin berkualitas dan akuntabel. “Evaluasi ini penting kita lakukan setiap tahun setelah seluruh rangkaian PMB selesai. Selain melihat capaian, momen ini juga kita manfaatkan untuk menyerap masukan dari berbagai pihak,” tegasnya.
Kegiatan evaluasi kali ini menghadirkan sejumlah tokoh penting Kementerian Agama Republik Indonesia. Di antaranya Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM; Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Direktur Jenderal Pendidikan Islam; Faried Fachrudin Saenong, Staf Khusus Menteri Agama; serta Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., Sekretaris Jenderal Kementerian Agama.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Masnun Tahir menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar, M.A., yang terus-menerus memberikan dukungan dan motivasi dalam upaya peningkatan kualitas PTKIN di seluruh Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh rektor dan ketua PTKIN yang telah bersinergi, kepada seluruh jajaran panitia PMB nasional yang telah “berjibaku menjadi super team” dalam menyelesaikan seluruh tahapan dengan penuh dedikasi, serta kepada seluruh pengurus forum pimpinan PTKIN yang tetap kompak dan penuh semangat menjaga soliditas forum.

Masukan yang disampaikan para narasumber dalam forum evaluasi difokuskan pada upaya memperkuat integritas, transparansi, dan daya saing penerimaan mahasiswa baru PTKIN di tengah tantangan era digital. Evaluasi juga diarahkan untuk menyesuaikan pola penerimaan dengan kebutuhan moderasi beragama, pengembangan SDM unggul, serta penguatan akses pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi dan dukungan semua pihak, evaluasi PMB PTKIN 2025 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang membawa proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTKIN semakin kredibel, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Adita@Humas


