Mataram: Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram kembali menggelar Pra Pendidikan Dasar (Diksar) Militer Angkatan ke-55. Kegiatan ini resmi dibuka di halaman Auditorium Kampus II UIN Mataram oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Achim, M.A., didampingi Dewan Pembina Menwa, Prof. Dr. Winengan. Selasa, 23/9/2025.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan UIN Mataram. Humas Protokol UIN Mataram juga turut mendukung dengan mengirimkan delegasi sebanyak 10 orang.
Dengan mengusung tema “Membentuk Resimen Mahasiswa yang Tangguh, Berkarakter, dan Berwawasan Kebangsaan dalam Menyongsong Indonesia Maju”, kegiatan Pra Diksar ini dirancang untuk menempa disiplin, mental, serta kepemimpinan mahasiswa, sehingga mampu melahirkan generasi muda yang siap mengabdi bagi bangsa dan negara.
Dalam sambutannya, Prof. Subhan menegaskan bahwa Diksar Militer adalah prasyarat wajib bagi seluruh anggota baru Menwa. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan momentum ini sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter.
“Kader pemimpin masa depan terlihat terang benderang hari ini. Menwa adalah organisasi mahasiswa yang dikenal dengan kedisiplinannya. Selamat menjalankan tugas pertama mengikuti pelatihan dasar ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Komandan Menwa UIN Mataram, Sabri Efendi Akbar, bersama Wakil Komandan, Ar-Rahman Lukman, menyampaikan apresiasi atas semangat 17 orang pasukan baru yang siap mengikuti pendidikan kali ini. Menurutnya, jumlah ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UIN Mataram untuk terus melanjutkan tradisi disiplin, kepemimpinan, dan pengabdian melalui Resimen Mahasiswa.
Pelatihan dasar yang berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 23 hingga 28 September 2025, diharapkan dapat memperkuat karakter mahasiswa agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kedisiplinan tinggi, serta wawasan kebangsaan yang kokoh. Adita@Humas


