MATARAM – Alif Ilman Mansyur, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang juga saat ini merupakan mahasiswa S3 penerima beasiswa LPDP di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kali ini, ia tampil sebagai presenter di The World Engineering Education Forum (WEEF) 2025 yang diselenggarakan oleh International Federation of Engineering Education Societies (IFEES) di Daegu, Korea Selatan, pada 21-24 September 2025.
Forum bergengsi ini mempertemukan para pendidik, pemimpin industri, dan pembuat kebijakan dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dalam meningkatkan dan memajukan pendidikan serta teknologi. WEEF berfungsi sebagai platform utama untuk bertukar ide, mengatasi tantangan global, dan mengembangkan pendekatan inovatif dalam pendidikan dan teknologi.

Sehari sebelum conference dimulai, Alif menghadiri kegiatan pra-conference di DGIST (Daegu Gyeongbuk Institute of Science and Technology), Korea Selatan. Dalam kegiatan tersebut, ia tampil mengenakan batik khas Lombok yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta internasional, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Alif mempresentasikan paper penelitian berjudul “Digital Cultural Heritage Education: Using Technology to Improve Instruction for the SDGs in Lombok, Indonesia”
Penelitian yang dipresentasikan Alif mengangkat tema bagaimana pemanfaatan teknologi digital dapat digunakan untuk melestarikan warisan budaya lokal Lombok sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Riset ini menunjukkan inovasi dalam bidang pendidikan yang memadukan kearifan lokal dengan teknologi modern.

“Partisipasi dalam forum internasional seperti WEEF memberikan kesempatan untuk berbagi hasil riset yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, khususnya di Indonesia,” ungkap Alif.
Keikutsertaan Alif dalam WEEF 2025 menandai konsistensinya dalam berkontribusi di forum-forum internasional. Sebelumnya, ia pernah mengikuti kegiatan serupa di Istanbul, Turki, yang menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan melalui riset dan kolaborasi internasional.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi UIN Mataram sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif dalam penelitian dan pengabdian masyarakat bertaraf internasional. Partisipasi dosen-dosen UIN Mataram dalam forum global seperti WEEF juga membuktikan kualitas akademik yang terus berkembang.

Diharapkan hasil riset dan pengalaman yang diperoleh dari forum internasional ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Nusa Tenggara Barat dan Indonesia pada umumnya.Adita@Humas


