Humas (19-09-2025) -FEBI UIN Mataram baru saja menggelar kegiatan Studium Generale yang mengangkat tema “Membangun Karakter Kemandirian Mahasiswa melalui Pendidikan Moral Menuju Masa Depan yang Gemilang”. Acara ini menghadirkan narasumber yang sangat dikenal, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc, MA, Ph.D., yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah PT. Pegadaian serta Ketua Bidang Dakwah MUI Pusat dan Rais Syuriah PBNU. Beliau didampingi oleh Dr. Holilur Rohman, SH., MH., Mkn, Kepala Unit Usaha Syariah PT. Pegadaian.

Acara ini dihadiri oleh Bapak Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH Masnun, M.Ag., Bapak Dekan Prof. Dr. Riduan Mas’ud, M.Ag., serta seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan tim dari PT. Pegadaian.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Mataram menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Studium Generale ini sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Beliau menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki moralitas, etika, dan kemandirian sebagai bekal untuk terjun ke masyarakat. Rektor mengajak seluruh mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan akademik dan non-akademik, serta membangun daya pikir kritis dan jiwa kepemimpinan. Menurutnya, peran mahasiswa sangat strategis dalam menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.

KH. Cholil Nafis juga menegaskan pandangannya bahwa di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, dunia pendidikan dihadapkan pada tantangan yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga moral. Mahasiswa sebagai agen perubahan dan generasi penerus bangsa dituntut untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter. Dalam konteks ini, pendidikan moral memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk jati diri mahasiswa agar menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berintegritas.

Pendidikan moral bukan sekadar pembelajaran tentang baik dan buruk, melainkan juga proses internalisasi nilai-nilai luhur yang tertanam dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Melalui pendidikan moral, mahasiswa diajarkan untuk menghargai kejujuran, disiplin, kerja keras, serta mampu bersikap adil dan peduli terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter yang tangguh dan mandiri. Karakter kemandirian tidak muncul secara instan; ia dibangun melalui pengalaman, keteladanan, dan lingkungan yang mendukung. Di kampus, mahasiswa diberikan ruang untuk mengembangkan potensi diri, berani mengambil keputusan, dan menghadapi konsekuensi dari setiap tindakan. Pendidikan moral hadir untuk membimbing proses tersebut, agar kemandirian yang tumbuh tidak terlepas dari nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial.

Lebih dari sekadar pencapaian akademik, pendidikan tinggi harus menjadi sarana pembentukan manusia seutuhnya. Mahasiswa yang berkarakter kuat tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk membangun bangsa ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, membangun karakter mahasiswa melalui pendidikan moral adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan arah dan masa depan bangsa. Perguruan tinggi, sebagai institusi yang mencetak pemimpin masa depan, harus menjadikan pendidikan moral sebagai bagian integral dari seluruh proses pendidikan. Hanya dengan karakter yang kuat dan nilai moral yang kokoh, mahasiswa dapat menjadi tonggak bagi terwujudnya masyarakat yang adil, bermartabat, dan gemilang.

Kegiatan Studium Generale ini juga merupakan wujud sinergitas antara FEBI UIN Mataram dan PT. Pegadaian, di mana 500 mahasiswa mendapatkan buku tabungan emas gratis, creative lounge, dan beberapa program strategis yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat@humas