Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram kembali meneguhkan komitmennya sebagai kampus inklusif yang membuka jalan bagi generasi muda meraih pendidikan tinggi. Tahun ini, Rektor UIN Mataram terjunkan 15 tim visitasi calon penerima Beasiswa KIP Bidikmisi yang menyebar ke seluruh pelosok Nusantara, dari Mandalika di Lombok hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Mimika, Papua. Kamis, 18/09/2025

Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, H. Saroji Ilham, MH., menjelaskan bahwa sebanyak 1.269 orang mendaftarkan diri untuk program beasiswa KIP Bidikmisi tahun 2025. Setelah melalui seleksi berkas sesuai pedoman nasional, panitia menetapkan 735 peserta lulus administrasi yang kemudian diverifikasi melalui visitasi lapangan.

“Visitasi ini adalah tahap penting untuk memastikan beasiswa benar-benar tepat sasaran. Tim akan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan latar belakang calon penerima sehingga bantuan pendidikan ini menjadi hak yang dirasakan mereka yang berhak,” ungkap Saroji.

Pelaksanaan visitasi berlangsung pada 16–23 September 2025 dengan jangkauan wilayah yang luas. Tim di Kabupaten Sumbawa dan KSB dipimpin oleh Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Achim, MA., sementara di Kabupaten Dompu dipimpin oleh Prof. Dr. Bahtiar. Untuk Kota dan Kabupaten Bima, visitasi dipimpin oleh H. Samlan dengan empat anggota lainnya. Tim lain juga menyebar ke seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok.

Tidak hanya di NTB, visitasi juga dilakukan secara daring ke berbagai kabupaten di Provinsi NTT, termasuk Ende, Alor, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Nagekeo. Bahkan, jangkauan visitasi kali ini sampai ke Mimika, Papua, untuk memverifikasi 30 calon penerima beasiswa dari wilayah tersebut.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar proses administratif, melainkan ikhtiar moral untuk memastikan akses pendidikan yang adil bagi semua anak bangsa.

“Dari Mandalika, NTT, hingga Papua, UIN Mataram hadir untuk membuka jalan bagi generasi muda. Tidak boleh ada anak bangsa yang kehilangan kesempatan kuliah hanya karena keterbatasan ekonomi. Pendidikan adalah jembatan masa depan, dan kami ingin memastikan jembatan itu kokoh dan merata untuk semua,” tegas Rektor.

Melalui visitasi ini, UIN Mataram semakin menegaskan perannya sebagai kampus yang menghadirkan keadilan, inklusivitas, dan harapan baru bagi calon mahasiswa dari berbagai penjuru nusantara. Adita@Humas