Mataram: Rektor Universitas Islam Negeri Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Survei tersebut mencatat skor 88,46 dengan kategori Sangat Memuaskan, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada pada angka 88,20. Jumat, 12/09/2025

Menurut Rektor, capaian ini menegaskan konsistensi dan profesionalitas Kementerian Agama dalam mengelola ibadah haji, sekaligus menjadi bukti nyata pengabdian panjang selama 75 tahun dalam memberikan layanan terbaik bagi umat Islam Indonesia.
“Indeks 88,46 bukan sekadar angka statistik, tetapi cerminan nyata dari rasa syukur, senyum, dan ketenangan hati para jemaah. Hasil ini menunjukkan bahwa pelayanan haji semakin membaik dari waktu ke waktu, meskipun tantangan di lapangan tidak sedikit. Kami di UIN Mataram melihat ini sebagai warisan yang sangat berharga dari Kementerian Agama bagi generasi mendatang,” tegas Prof. Masnun.
Pernyataan Rektor UIN Mataram ini sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., saat merilis hasil survei. Menag menekankan bahwa capaian IKJHI bukan sekadar capaian administratif, melainkan representasi dari pengakuan jemaah atas dedikasi petugas haji.
“Indeks ini bukan sekadar angka. Di balik setiap poin, ada senyum, ada haru, dan ada pengakuan atas kerja keras kita semua. Alhamdulillah, visi kita untuk membuat jemaah tersenyum sejak awal keberangkatan, saat penyelenggaraan, hingga kembali ke tanah air, sudah tercapai,” ujar Menag di Jakarta (10/9/2025).
Rektor UIN Mataram menilai pesan Menag tersebut merefleksikan filosofi pelayanan publik yang humanis, penuh ketulusan, dan berorientasi pada kepuasan umat. Menurutnya, capaian ini semakin bermakna karena menjadi survei terakhir yang dilakukan pada masa Kementerian Agama sebagai penyelenggara haji, sebelum peran ini diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah.

“Pencapaian ini adalah penutup yang indah dari sejarah panjang pengelolaan haji oleh Kementerian Agama. Warisan berupa indeks kepuasan yang sangat memuaskan akan menjadi pijakan penting bagi masa depan penyelenggaraan haji Indonesia,” tambah Prof. Masnun.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi melayani jemaah, serta kepada BPS yang selama 14 tahun konsisten melakukan survei dengan instrumen yang kredibel. Baginya, capaian ini juga menegaskan pentingnya sinergi multi-aktor dalam memperkuat kualitas pelayanan publik, termasuk lembaga pendidikan tinggi Islam seperti UIN Mataram yang memiliki peran dalam mencetak generasi berintegritas dan berorientasi pelayanan.
“Semoga pula semangat dedikasi yang dicontohkan Kementerian Agama ini terus menjadi teladan bagi instansi pemerintah lainnya dalam memberikan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan penuh keberkahan,” pungkas Rektor. HumasHKP-Adita@Humas-ppid


