Mataram : Universitas Islam Negeri Mataram kembali menegaskan perannya sebagai kampus strategis dalam pembangunan bangsa dengan mengirimkan 15 mahasiswa terpilih sebagai Duta Literasi Siber. Program ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Komunikasi Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari strategi capacity building mahasiswa, sekaligus kontribusi nyata UIN Mataram dalam menjaga kedaulatan bangsa di dunia digital.
“Keamanan digital adalah isu strategis yang tidak bisa dipisahkan dari kedaulatan negara. Mahasiswa UIN Mataram harus hadir sebagai agen perubahan, pelopor literasi, sekaligus benteng bangsa dari ancaman disinformasi, radikalisme daring, dan propaganda siber. Dengan dukungan BSSN, kami optimis mereka dapat berkontribusi lebih luas,” tegas Rektor.
Terpilihnya UIN Mataram sebagai salah satu kampus percontohan literasi siber nasional menjadi bukti pengakuan pemerintah atas konsistensi kampus ini dalam mengembangkan kapasitas mahasiswa. Kolaborasi dengan BSSN sekaligus menegaskan pentingnya membangun sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan institusi keamanan negara dalam menghadapi tantangan dunia digital yang semakin kompleks.

Lima belas mahasiswa yang ditugaskan sebagai Duta Literasi Siber akan mendapatkan pelatihan khusus, mulai dari pemahaman dasar keamanan siber, etika digital, hingga strategi melawan kejahatan dunia maya. Mereka nantinya diharapkan menjadi penggerak literasi digital di berbagai lapisan masyarakat, dari lingkungan kampus, sekolah, hingga komunitas.
“UIN Mataram berkomitmen tidak hanya melahirkan lulusan berprestasi, tetapi juga kader bangsa yang mampu menjaga kedaulatan dan martabat Indonesia di dunia maya. Kolaborasi dengan BSSN ini adalah momentum penting untuk memperkuat benteng digital Indonesia,” tambah Prof. Masnun.
Dengan langkah ini, UIN Mataram semakin memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga adaptif terhadap tantangan geopolitik dan keamanan digital global. Adita@Humas-ppid


