Mataram: Fenomena langit istimewa Gerhana Bulan Total yang terjadi pada 7–8 September 2025 menjadi momen bersejarah bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Falak UIN Mataram. Ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan memadati Observatorium Al-Afaq untuk menyaksikan langsung gerhana yang berlangsung selama 5 jam 27 menit, menjadikannya salah satu gerhana terlama yang bisa diamati di tahun ini.

Acara pengamatan dibuka dengan penjelasan ilmiah oleh Kepala Observatorium Al-Afaq, Ahmad Syaifulhaq Almuhtadi, M.S.I., yang memaparkan teori serta mekanisme terjadinya gerhana. Kegiatan tidak hanya sebatas pengamatan visual, melainkan juga melibatkan penggunaan teleskop modern milik observatorium sehingga peserta dapat melihat fase demi fase gerhana dengan lebih jelas dan detail.

Dukungan penuh dari Kaprodi Ilmu Falak, Dr. Arino Bemi Sado, serta Sekprodi, Muhamad Saleh Sofyan, M.H., menjadikan kegiatan ini berjalan lancar hingga selesai pada dini hari. Kehadiran para dosen yang turut mendampingi mahasiswa juga memberi nilai lebih, karena diskusi dan tanya jawab berlangsung hangat selama proses pengamatan.

Gerhana Bulan Total ini menjadi momentum pembelajaran empiris yang memperkaya pengetahuan mahasiswa Ilmu Falak di luar kelas. Selain mengasah keterampilan teknis dalam observasi astronomi, kegiatan ini juga memperkuat tradisi akademik UIN Mataram sebagai pusat kajian falak di kawasan timur Indonesia. Adita@Humas