Mataram: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Fathan Hafifi Firdaus, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), berhasil meraih Gold Medal pada ajang bergengsi National Student Science Olympiad (NSSO) Vol. 3 yang berlangsung pada Sabtu–Minggu, 23–24 Agustus di Jakarta.

Kompetisi yang diikuti oleh 73 peserta dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia ini mempertandingkan beberapa cabang lomba, mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Akuntansi, Bahasa Inggris, Sejarah, hingga Bahasa Indonesia. Kegiatan resmi dibuka oleh Head of Research and Development Global Youth and Peace Education Indonesia, Dana Yudna Kristiawan, Ph.D.

Dalam cabang lomba Sejarah, Fathan tampil gemilang dengan menyingkirkan puluhan kontestan dari kampus lain hingga meraih medali emas. Pemuda asal Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat ini mengaku sejak awal memang memiliki ketertarikan besar terhadap sejarah.

“Orang yang mempelajari sejarah akan menemukan banyak pelajaran berharga di dalamnya. Sejarah sering berulang, tanpa kita sadari. Dari peristiwa-peristiwa masa lalu, kita bisa belajar dari kesalahan dan keberhasilan untuk menjadi pedoman di masa kini,” ungkap Fathan.

Baginya, mempelajari sejarah bukan hanya soal mengingat peristiwa, tetapi juga melibatkan analisis, interpretasi, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Menariknya, minatnya pada sejarah juga sejalan dengan studinya di PBA. “Belajar sejarah berarti juga belajar bahasa, karena bahasa adalah bukti peradaban manusia. Melalui sejarah, kemampuan menulis dan komunikasi lisan juga terasah,” tambahnya.

Fathan menegaskan bahwa keterlibatannya dalam olimpiade bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga sebagai sarana melatih skill menulis, membangun jaringan akademik, dan mengembangkan eksistensi intelektual. Ia berharap kampus terus memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa untuk mengikuti ajang serupa, termasuk pembinaan dari para dosen sebagai mentor.

“Prestasi di olimpiade bisa menjadi nilai tambah dalam CV, meningkatkan rasa percaya diri, dan tentu saja menjadi modal penting untuk masa depan. Karena itu, saya berharap lebih banyak mahasiswa UIN Mataram yang ikut serta agar iklim akademik kampus semakin hidup,” harapnya.

Ketua Prodi PBA FTK UIN Mataram turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian Fathan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Meski telah meraih emas, Fathan tak ingin berhenti di sini. Ia berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai kompetisi lainnya, sembari tetap menjaga prestasi akademiknya di bangku kuliah. Adita@Humas