Mataram: Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai kunjungan silaturahmi Rektor Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Prof. Dr. Ir. I Wayan Wirata, A.Ma., S.E., M.Si., M.Pd., ke kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Kunjungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas lintas agama dan antar perguruan tinggi keagamaan dalam semangat moderasi beragama dan kebangsaan.Selasa, 05/08/2025

Dalam kunjungannya, Prof. Wayan menyampaikan langsung ucapan selamat atas pelantikan Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. sebagai Rektor UIN Mataram untuk periode 2025–2029. Pelantikan tersebut telah dilangsungkan sehari sebelumnya oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., di Jakarta.

“Saya datang bukan hanya sebagai rektor dari lembaga lain, tetapi sebagai sahabat yang ikut bersyukur dan bangga atas kepercayaan negara kepada Prof. Masnun. Kami di IAHN sangat mengapresiasi kiprah beliau selama ini dalam membangun UIN Mataram yang inklusif, dialogis, dan terbuka,” ujar Prof. Wayan.

Lebih jauh, Prof. Wayan menggarisbawahi pentingnya sinergi dan dialog antaragama dalam ruang akademik untuk memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Ia menilai bahwa UIN Mataram di bawah kepemimpinan Prof. Masnun telah menunjukkan peran signifikan dalam memajukan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan.

“Visi beliau untuk menjadikan UIN Mataram sebagai World Class University bukan hanya soal prestasi akademik, tapi juga tentang bagaimana kampus ini menjadi ruang dialog antariman yang hidup. Ini selaras dengan semangat moderasi yang kami junjung bersama,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Masnun Tahir menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam atas kunjungan dan dukungan dari Rektor IAHN. Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya slogan, tetapi komitmen bersama yang harus terus dirawat melalui kerja nyata, kolaborasi, dan keteladanan.

“Kami bersyukur atas silaturahmi yang sangat berarti ini. Semoga semangat kebersamaan ini menjadi teladan bagi masyarakat bahwa keberagaman bukan alasan untuk berjarak, melainkan kekuatan untuk saling mendekat dan membangun bersama,” ujar Prof. Masnun.

Silaturahmi antar pimpinan perguruan tinggi keagamaan ini menjadi potret indah kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, serta menguatkan pesan bahwa pendidikan tinggi adalah salah satu garda terdepan dalam merawat harmoni dan perdamaian di Indonesia. Adita@Humas