Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram menggelar apel perdana bersama Rektor Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. yang baru saja dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia di Jakarta. Apel ini menjadi penanda dimulainya arah baru kepemimpinan periode kedua (2025–2029), sekaligus momentum strategis untuk memperkuat visi, konsolidasi internal, dan langkah bersama menuju kampus bereputasi global. Senin, 04/08/2025

Dalam amanatnya, Prof. Masnun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah memberikan dukungan, doa, dan energi positif selama proses pelantikan hingga hari pertama kepemimpinan periode keduanya. Ia juga menyampaikan penghormatan kepada mitra kerja dan jaringan profesional yang telah mengirimkan ucapan selamat melalui berbagai media.

“Dukungan yang mengalir begitu besar, baik dari internal kampus maupun dari para mitra eksternal, adalah cerminan bahwa UIN Mataram bukan hanya milik kita, tapi juga milik masyarakat dan umat. Humas mencatat 58 papan bunga ucapan selamat yang saat ini terpajang di pelataran rektorat. Itu adalah simbol harapan bersama,” ujar Prof. Masnun dengan penuh haru dan semangat.

Rektor menekankan bahwa periode kedua ini akan difokuskan pada penguatan karakter kelembagaan, peningkatan mutu akademik, serta penajaman arah menuju World Class University. Salah satu langkah konkret yang diusung adalah target ambisius untuk menghasilkan 100 Guru Besar, sebagai indikator kemajuan akademik dan kualitas SDM.

“Apel ini bukan hanya kegiatan seremoni, tapi ajakan moral dan intelektual. Kita perlu memperkuat soliditas kampus, membangun kolaborasi yang lebih kokoh, dan menjadikan kampus ini sebagai rumah besar bagi ilmu, inovasi, dan pengabdian,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat kolektif, profesionalisme, serta budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan global. Menurutnya, reputasi dunia tidak hanya dibangun dari luar, tapi dimulai dari kebersamaan, kedisiplinan, dan kerja nyata dari dalam.

Apel ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Suasana apel berlangsung tertib, khidmat, dan penuh semangat sinergi. Rektor menutup amanatnya dengan ajakan reflektif, “Mari jadikan hari ini sebagai titik tolak. Dari sini kita mulai gerakan besar. Kita bangun UIN Mataram sebagai pusat keilmuan Islam yang unggul, moderat, dan diakui dunia.”

Dengan semangat baru dan konsolidasi menyeluruh, UIN Mataram memulai langkahnya untuk menjadi kampus peradaban yang tak hanya dibanggakan di tingkat nasional, tetapi juga diperhitungkan di panggung global.Adita@Humas