Dewi Rizqah, mahasiswi Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram, menorehkan prestasi membanggakan. Mahasiswi asal Luwu Utara Sulawesi Selatan, ini diundang sebagai invited speaker dalam forum nasional “Diseminasi Penelitian Mahasiswa Tingkat Nasional” yang diselenggarakan oleh Prodi Tadris Bahasa Inggris UIN Palopo, Selasa (20/6/2025) secara daring.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber mahasiswa dari empat kampus ternama yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Alauddin Makassar, UIN Mataram dan UIN Palopo. Dalam forum bergengsi tersebut, Dewi Rizqah dipercaya mewakili UIN Mataram untuk mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Environmental Literacy in Indonesian English Textbooks”. Kolaborasi 4 prodi TBI dengan akreditasi unggul ini menjadi sebuah platform untuk mencetak mahasiswa dan lulusan yang unggul.

Dalam pemaparannya, Dewi menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi literasi lingkungan dalam buku teks Bahasa Inggris yang digunakan di sekolah-sekolah Indonesia. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa meskipun masih terbatas, terdapat beberapa aspek literasi lingkungan yang mulai dimasukkan dalam materi pembelajaran, seperti tema perubahan iklim, pelestarian alam, dan kesadaran terhadap isu-isu global lingkungan hidup.

Dewi juga menekankan pentingnya penguatan literasi lingkungan melalui media pembelajaran, khususnya buku teks. Ia merekomendasikan agar pengembang kurikulum dan penulis buku lebih sadar akan urgensi integrasi isu lingkungan dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini, menurutnya, tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan bahasa, tetapi juga membentuk kepedulian ekologis sejak dini.

Partisipasi Dewi dalam forum ini mendapat apresiasi dari pimpinan UIN Mataram, pimpinan Fakultas, dosen pembimbing dan pimpinan program studi. Selain mengharumkan nama kampus, keterlibatan aktif mahasiswa dalam forum ilmiah semacam ini diharapkan mampu mendorong budaya riset dan kesadaran terhadap isu-isu global di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris. @humas