Mataram: Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Program PRIMA Magang PTKI (Professional Readiness through Internship and Mentorship for Academics) sebagai strategi nasional untuk menyiapkan generasi emas lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang tidak hanya profesional, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai spiritualitas dan moralitas keislaman. Sabtu, 21/06/2025

Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di hadapan para pimpinan PTKI dan perwakilan mitra industri. Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa PRIMA adalah bentuk nyata komitmen Kemenag dalam membangun SDM unggul yang mampu menjadi agen perubahan.
“PRIMA bukan sekadar magang. Ini adalah ruang transformasi mahasiswa menjadi aktor perubahan yang berintegritas, produktif, dan bermakna dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” tegas Menag.
Program PRIMA terbagi dalam tiga tahapan strategis: Pre-Internship & Bootcamp yang berfokus pada pembekalan karakter kerja, literasi digital, dan penguasaan teknologi AI; Internship di berbagai mitra industri yang dirancang aplikatif; serta Mentorship & Monitoring oleh dosen dan praktisi dengan sistem evaluasi digital yang real-time dan transparan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menyatakan bahwa program ini merupakan jawaban atas tantangan disrupsi teknologi dan perubahan struktur kerja global. “Kami ingin lulusan PTKI tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga siap secara mental, spiritual, dan profesional,” ujarnya.
Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan apresiasinya terhadap PRIMA sebagai terobosan pendidikan tinggi Islam. Ia menyebut program ini sebagai langkah cerdas dan strategis.
“Mahasiswa kita tidak boleh hanya jadi pencari kerja. Dengan PRIMA, mereka kita dorong jadi pencipta solusi. Mereka dibekali pemahaman spiritual, etika kerja, serta skill yang relevan dengan industri,” ujarnya optimis.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., dalam pernyataannya menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan konsistensi seluruh elemen dalam menyukseskan PRIMA. “Program ini bukan program biasa. Ini arah baru pendidikan Islam yang siap bersaing dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur. Kami berharap PTKI dan industri mengimplementasikan program ini secara terukur dan berdampak langsung,” ujarnya.

Acara ditutup oleh Direktur PTKI, Prof. Dr. Phil. H. Sahiron Syamsuddin, Ph.D., yang menyerukan komitmen bersama dari pimpinan kampus dan dunia industri agar pelaksanaan PRIMA segera dimulai di lapangan.
Melalui PRIMA Magang PTKI, Kemenag RI menegaskan visinya: membangun generasi emas Indonesia profesional, kompeten, dan berjiwa spiritual sebagai pilar peradaban masa depan. Adita@Humas


