Mataram: Mimpi besar selalu dimulai dari langkah kecil dan hari ini, langkah itu dimulai di UIN Mataram. Sebanyak 97 calon mahasiswa dengan semangat tinggi mengikuti seleksi masuk Universitas Al Azhar Mesir, sebuah institusi pendidikan Islam paling bergengsi di dunia. Di balik setiap peserta, ada cita-cita yang tumbuh, doa yang menyala, dan harapan orang tua yang menunggu kabar baik dari ujung sajadah. Sabtu, 17/05/2025

Tahun ini, UIN Mataram kembali dipercaya oleh Kementerian Agama RI sebagai salah satu dari 15 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menjadi Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) dalam seleksi calon mahasiswa baru ke Al Azhar. Dari total peserta, 96 orang berhasil melewati seleksi administrasi, dan kini sedang menjalani tes tulis berbasis komputer (CBT) di Laboratorium Bahasa, UPT Pengembangan Bahasa, yang berlokasi di Gedung Research Center.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., secara resmi membuka pelaksanaan seleksi ini. Dalam sambutannya yang penuh semangat dan kebanggaan, beliau menyampaikan rasa syukur atas amanah besar yang diberikan kepada UIN Mataram.

“Dipercayanya UIN Mataram sebagai penyelenggara adalah bukti nyata bahwa kampus ini telah tumbuh menjadi pintu masuk gerbang emas bagi para santri yang ingin menimba ilmu di Universitas Al Azhar Mesir. Kita tidak hanya menyelenggarakan ujian, kita sedang membukakan jalan menuju masa depan mereka,” ungkapnya.

Kegiatan ini tidak sekadar proses seleksi, tetapi juga momentum kebangkitan semangat intelektual dan spiritual generasi muda Islam Indonesia. Tahap berikutnya adalah tes wawancara pada 20–21 Mei 2025, yang akan menguji hafalan Al-Qur’an, kemampuan membaca kitab kuning, serta wawasan kebangsaan—sebuah kombinasi yang mencerminkan karakter utuh calon cendekiawan muslim sejati.

Kepala UPT Pengembangan Bahasa, Dr. Muhsinin, M.A., turut memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta.

“Hari ini kita menyaksikan anak-anak terbaik bangsa yang siap memperjuangkan mimpi mereka. Kami berharap, dari UIN Mataram akan lahir generasi pembelajar yang tak hanya cerdas, tetapi juga rendah hati, berakhlak, dan membawa cahaya ilmu untuk bangsa dan umat,” ujarnya.

Di balik ujian ini, tersembunyi kisah perjuangan para santri dari pelosok negeri. Mereka datang membawa harapan, keyakinan, dan semangat untuk menggapai ilmu di jantung peradaban Islam. UIN Mataram tidak hanya menjadi tempat seleksi—tapi telah menjadi tempat bertumbuhnya impian dan ladang awal bagi masa depan gemilang. Adita@Humas