Mataram : Hari ini bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah nyala semangat yang tak pernah padam. Sebuah peringatan akan dedikasi, peluh, dan ketekunan para pekerja yang tanpa lelah menghidupkan roda peradaban. May Day bukan hanya milik buruh pabrik atau pegawai kantor, melainkan milik kita semua yang terus bekerja dalam sunyi dan terang, di ruang-ruang akademik maupun lorong-lorong kehidupan. Kamis, 01/05/2025

Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dalam semangat penuh cinta dan hormat, menyambut Hari Buruh Internasional dengan satu keyakinan: bahwa setiap tangan yang bekerja adalah tangan yang mulia, dan setiap langkah yang diayun demi kebaikan adalah bagian dari ibadah yang agung.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan penghargaan mendalam kepada seluruh pekerja dan elemen masyarakat yang terus membaktikan dirinya, termasuk para tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh insan akademik yang menjadi bagian dari denyut nadi kampus.

“Terima kasih kepada seluruh pekerja atas dedikasi dan kerja kerasnya membangun bangsa. Tetap semangat dan terus perjuangkan hak-hak buruh! Karena sesungguhnya, kita semua adalah pekerja—buruh dalam waktu dan tempatnya masing-masing,” tutur beliau penuh semangat.

Dalam pandangan Islam, bekerja bukan sekadar mencari nafkah, melainkan menegakkan kehormatan, menjaga martabat, dan menyemai keberkahan. Tangan yang diangkat untuk memberi selalu lebih mulia daripada tangan yang meminta. Maka bekerja adalah bentuk keteladanan. Berkarya adalah jalan menuju kemuliaan.

UIN Mataram percaya, dari ruang kelas hingga ruang kebun, dari meja kerja hingga ladang, dari kampus hingga pelosok negerisemua tempat adalah panggung bakti. Tidak ada pekerjaan yang kecil jika dilakukan dengan cinta. Tidak ada profesi yang sepele jika diniatkan sebagai ibadah.

Selamat Hari Buruh Internasional, untuk kalian yang terus menyalakan harapan, menenun perubahan, dan menjadi cahaya dalam sunyi—doa terbaik untukmu. Teruslah bekerja, teruslah berkarya, karena kerja adalah cinta yang menjadi nyata. Adita@Humas