Pengembangan sektor unggulan pariwisata di Nusa Tenggara Barat mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya melalui inisiatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menghadirkan program studi (Prodi) Pariwisata Syariah yang kini telah meraih akreditasi unggul. Langkah ini bertujuan untuk mendukung potensi besar destinasi wisata di NTB yang beragam.
Dekan FEBI UIN Mataram, Prof Riduan Mas’ud mengatakan pembentukan Prodi Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram merupakan bagian dari komitmen UIN Mataram dalam mendukung pengembangan industry pariwisata syariah di NTB. UIN Mataram juga merencanakan pendirian Fakultas Industri Halal pada tahun 2025 ini yang akan semakin memperkuat peran UIN Mataram dalam mendukung dan menyiapkan SDM handal dan berkualitas dalam pengembangan pariwisata di NTB.
“Fakultas ini nantinya diharapkan dapat melahirkan SDM yang kompeten dan siap bersaing di industri pariwisata. UIN Mataram berkomitmen untuk menjadi pusat pendidikan unggulan yang mendukung pengembangan sektor pariwisata syariah dan industri halal di NTB,” kata Prof Riduan.
Menurut Prof Riduan, bahwa pariwisata syariah merupakan produk unggulan yang sangat relevan bagi NTB maupun Indonesia secara keseluruhan. Pariwisata syariah tidak hanya menyasar wisatawan muslim, tetapi juga membuka peluang pasar global yang lebih luas. Provinsi NTB memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan sektor pariwisata, baik itu sport tourism, maupun halal destinastion tourism dan pariwisata pada umumnya.
NTB yang terdiri dari dua pulau besar, yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, terdapat tiga suku besar, yakni Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa dan Mbojo di Bima dan Dompu yang dikenal dengan sebutan Sasambo memiliki keunikan dalam bentuk halal tourism. Dengan segmen pasar yang terus berkembang, pariwisata syariah menjadi produk potensial untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun internasional. Tak hanya itu, NTB juga sudah dikenal di dunia internasional sebagai destinasi sport tourism yang menjadi pasar dan promosi internasional yang besar. Tak hanya itu, destinasi wisatawa NTB, mulai dari laut, alam dan kaya akan budaya juga menjadi kelebihan yang tidak dimiliki daerah lain bahkan negara di dunia, yang ada hanya di NTB.
Dikatakannya, salah satu keunggulan NTB dalam sektor pariwisata adalah konsep halal tourism yang telah dicanangkan sejak masa kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi sebagai gubernur NTB dua periode 2008-2018. Daerah ini memiliki dua nilai jual utama, yaitu halal tourism dan sport tourism, yang membedakannya dari destinasi wisata lain di Indonesia.
Kedua nilai ini memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain itu, pengembangan kuliner halal di NTB juga menjadi salah satu kekuatan utama. Berdasarkan survei, wisatawan merasa sangat puas dengan layanan kuliner di Lombok dan NTB secara umum, yang semakin memperkokoh citra NTB sebagai destinasi wisata halal dunia.
Prof Riduan juga menegaskan optimisme terhadap masa depan pariwisata NTB, dengan terpilihnya Gubernur baru NTB, Lalu Muhammad Iqbal yang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Turki, yang merupakan negara muslim di Eropa dengan kunjungan wisatawan tertinggi.
Dengan jaringan yang luas, termasuk pengalaman gubernur NTB terpilih saat ini sebagai mantan Duta Besar Turki, Prof Riduan optimis Lalu Iqbal bisa menarik potensi wisata Eropa dan Timur Tengah dengan menjadikan produk halal sebagai salah satu andalan dalam menarik wisatawan internasional.
“Kehadiran jurusan Pariwisata Syariah FEBI UIN Mataram sendiri telah mendapat perhatian. Salah satunya dari Jepang. Di mana salah satu wilayahnya fokus dengan pariwisata syariah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dari Jepang sudah meminta supaya lulusan-lulusan Pariwisata Syariah UIN Mataram bisa dilibatkan sebagai pelaku pariwisata syariah di Jepang.
“SDM kita sudah cukup siap untuk terus mengembangkan pariwisata syariah, khususnya di NTB. Yang terpenting sekarang, arah pariwisata halal kita harus jelas. Jangan gamang, karena kita memiliki potensi besar ini,” tutupnya. @humas


