Berita Humas: Wisuda sarjana semester gasal tahun ini akan menjadi nuansa yang sangat berbeda dengan wisuda sebelumnya, pasalnya adalah ijazah para wisudawan yang akan dilaksanakan sekitar bulan februari mendatang harus menggunakan PIN yaitu Penomoran Ijazah Nasional, Senin, (1801)

Kasubag akademik rektorat Wahyudi, M.Pd.I menjelaskan bahwa ijazah setiap saat mengalami perkembangan yang pesat juga seiring dengan perkembangan pada sektor lain, hal tersebut ditandai dengan berbagai macam dinamika dialami juga pada persoalan ijazah.

Lebih lanjut kasubag senior itu menjelaskan bahwa untuk membuat satu ijazah buaknlah mudah, melainkan harus ditangani secara totalitas dengan system yang singkron mulai dari jurusan, fakultas, pangkalan data dan rektorat selaku dapur produksi seluruh ijazah baik S1, S2 dan juga S3.

Wahyudi menambahkan bahwa terlebih lagi tuntutan mulai wisuda mendatang yang diperkirakan akan dilaksanakan tanggal 24 Februari, kita harus mulai menerapkan ijazah dengan sistem PIN yaitu penomoran ijazah nasional, hal ini baru pertama kali akan kita terapkan

Wakil rektor bidang akademik Prof Dr H Masnun Tahir menyampaikan optimismenya terkait dengan ijazah yang akan menerapkan system PIN mulai tahun ini, hal tersebut tentu sangat penting untuk disiapkan secara terintegrasi. Hal-hal tehnis harus singkron sejak awal yaitu mulai dari jurusan, fakultas hingga rektorat

Salah satu manfaat ijazah dengan system PIN adalah mempermudah semua alumni untuk melakukan berbagai kebutuhan administrasi secara nasional terkait dengan pemanfaatan ijazah. Misalnya mau melamar pekerjaan dimana saja tinggal menyebutkan kode PIN skali clik langsung muncul ijazahnya.

Tentu masih banyak lagi manfaat kemudahan lainnya yang diperoleh dengan pemberlakuakn ijazah dengan system PIN tersebut, disamping itu juga seluruh perguruan tinggi negeri wajib mengikuti aturan ini, karena ini sudah menjadi ranah kebijakan secara Nasional.

Pelaksana tugas kabag akademik dan kemahasiswaan Hj. Nurul Haerani, MM. menyampaikan kesiapanya secara tehnis bahwa semua perangkat system penerbitan ijazah dengan system baru ini prinsipnya sudah siap.  Memang agak terkesan rumit penangannya bila dibandig dengan yang selama ini, namun tentu ini akan memudahkan ke depan nantinya. (Adita@Humasuinma)