Berita Humas: Sebagai kado terindah memasuki tahun baru 2021 M., UIN Mataram kini telah memiliki 12 guru besar, kehadiran guru besar ke 12 yaitu Prof Dr H Miftahul Huda, M.Ag. menambah deretan guru besar di UIN Mataram yang baru saja dikukuhkan pada tanggal 30 Desember 2020 yang lalu, Jum’at (0101).

Sidang senat terbuka dalam rangka pengukuhan guru besar tersebut berlangsung dengan hidmat dan tetap menjalankan protokol kesehatan, dalam pidato pengukuhan guru besar bidang ilmu sosiologi hukum islam dengan judul Hukum Islam: ‘Modal Sosial Untuk Pembangunan Bangsa sebagai Ikhtisar Rekonstruksi Metodologis’
Pidato pengukuhan yang disampikan sekitar 15 menit tersebut menegaskan tentang betapa pentingnya iman yang aktif, artinya bahwa iman tidak hanya berisi kumpulan keyakinan, pengetahuan, dan hafalan mengenai doktrin teologis tertentu, tetapi juga mencakup pengakuan dengan narasi kata dan pembuktian kongkrit dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam terminologi AL-qur’an hal tersebut diungkapkan dalam dua kata kunci yaitu iman dan amal sholeh yang disebut selalu berdampingan, sehingga pengamalannya pun tidak boleh dipisahkan. Keyakinan tanpa tindakan nyata menjadi tak bermakna, dan sebaliknya amal-amal kebajikan yang tidak didasari dengan keyakinan yang lurus akan kehilangan sifat religiusitasnya.
Sebagai bagaian dari modal sosial, khazanah pemikiran hukum islam selayaknya turut memberikan kontribusi yang bermakna pada sisi-sisi yang relevan untuk menangani berbagai problem sosial. Agar khazanah pemikiran hukum islam bisa memberikan kontribusi maksimal dalam pengembangan kehidupan berbangsa & bernegara maka perlu reorientasi pemikiran para ulama dan ahli-ahli hukum islam.

Mengkahiri pidatonya, Prof Miftah menegaskan pengembangan hukum islam dalam kehidupan masyarakat dapat ditempuh secara damai dan bermartabat melalui dua cara yaitu melalui langkah islamisasi kultur dan akulturasi islam. Selebihnya tentang ulasan lengkap pidato pengukuhan guru besar tersebut
Pengukuhan guru besar dilakukan oleh Rektor Prof Dr H Mutawali yang dilanjutkan dengan memberikan sambutan, dalam sambutanya beliau sangat mengapresiasi keberhasilan Prof Miftahul Huda yang telah berjuang keras untuk meraih gelar tertinggi yaitu sebagai guru besar atau Profesor. (Adita@Humasuin)


