MATARAM: Pagi Kota Mataram disapa dengan irama kayuhan yang sarat makna. Sebanyak 300 sepeda bergerak serempak menyusuri ruas-ruas jalan kota, dipimpin langsung oleh Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Gerakan Sepeda Santai ini menjadi rangkaian puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80, sekaligus pesan simbolik tentang pentingnya kesehatan, kepedulian lingkungan, dan spiritualitas yang membumi. Ahad, 11/01/2026

Tidak sekadar olahraga bersama, kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan antara kampus dan masyarakat. Rektor UIN Mataram menegaskan bahwa kampus harus hadir di tengah denyut kehidupan kota, menyapa warga dengan cara yang sederhana namun berdampak. “Bersepeda adalah pesan tentang hidup sehat, kesadaran ekologis, dan nilai spiritual yang saling terhubung. Inilah semangat ecoteologi yang ingin kita hidupkan bersama,” ungkapnya di sela kegiatan.
Konsep ecoteologi menjadi ruh utama gerakan ini. Nilai keagamaan tidak diposisikan hanya sebagai ajaran normatif, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata merawat bumi dan membangun kualitas hidup masyarakat. Dari kayuhan sepeda, pesan tentang pengurangan emisi, kebersamaan sosial, dan tanggung jawab moral terhadap lingkungan disampaikan secara inklusif dan menyentuh.

Ketua LP2M UIN Mataram yang juga pengamat komunikasi publik, Prof. Dr. H. Kadri, M.Si., menilai kegiatan ini sebagai praktik komunikasi publik yang cerdas dan kontekstual. Menurutnya, dunia pendidikan tinggi perlu keluar dari ruang-ruang formal dan menyapa masyarakat melalui aktivitas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. “Ini adalah bentuk konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat hadir dalam satu momentum yang hidup dan dirasakan langsung oleh warga kota,” jelasnya.
Wakil rektor tiga bidang Kerjasama Prof Dr H Jumarim menegaskan bahwa gerakan Sepeda Santai ini menjadi penanda bahwa peringatan HAB Kemenag tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterjemahkan dalam aksi nyata yang menyentuh publik. Dari kampus menuju jalan kota, UIN Mataram menunjukkan wajah perguruan tinggi yang humanis, inklusif, dan relevan dengan tantangan zaman mengayuh sehat, merawat spiritualitas, dan menjaga bumi bersama. Adita@Humas-ppid


