Berita Humas: Ulumuna Journal of Islamic Studies sukses menyelenggarakan konferensi tahunan internasional VI (The Sixth Ulumuna Annual International Conference) yang dibuka langsung oleh Rektor Prof.Dr.H.Masnun Tahir, M. Ag. di Hotel Golden Palace Mataram pada hari Sabtu, 02 Oktober 2021.

Konferensi membahas perkembangan-perkembangan terbaru dalam kajian Teologi, Filsafat dan Sufisme. Aspek perkembangan dalam ranah konsep, debat dan praktik-praktiknya didiskusikan untuk mensikapi perubahan multidimensional terkini termasuk wabah COVID-19 yang menimbulkan perubahan-perubahan dan penyesuaian. Di acara tersebut, diskusi terselesaikan dalam outcome kesadaran bersama dua pembicara utama, 27 pembicara panel (kelompok dan individu dalam 12 kertas kerja) dan keseluruhan 112 pemangku kepentingan yang hadir baik luring maupun daring, termasuk Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag,  untuk mengkonfigurasi ulang dan mendokumentasikan rinci peran Teologi, Filsafat dan Sufisme sebagai kajian ilmu maupun perannya pada ranah publik.

Dukungan dari pembicara panel diwakili dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti UIN Ar-Raniry, Aceh, UNISBA Bandung, CRCS UGM, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Paramadina, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta pembicara panel tim dari Malaysia dan Jerman. 

Sesuai analisis dalam konferensi, pendokumentasian rinci konsep, debat dan praktik-praktik Teologi, FIlsafat dan Sufisme ini merupakan salah satu langkah strategis Kajian Keislaman untuk mendorong penggunaan pengetahuan lokal, pengakuan atas perbedaan dan penghargaan atas keberagaman metode dan praktik di masyarakat. Dr. Muchammadun, ketua panitia menerangkan bahwa kedua pembicara utama, Prof. Dr. Ahmad Fauzi Abdul Hamid (Universitas Sains Malaysia) dan Prof. Dr. Eva Fahrun Nisa (The Australian National University) berkesimpulan praktik-praktik Filsafat dan Sufisme memiliki keragaman bentuk dan tujuan.

Kedua pembicara utama bersepakat untuk menghargai keragaman untuk dunia yang lebih damai.  Kesepakatan ini dipertajam dalam presentasi dan diskusi panel yang membawa catatan-catatan rinci konsep dan praktik Filsafat dan Sufisme dari berbagai belahan dunia, utara di Jerman sampai Selatan di Australia, rangkaian daerah di Indonesia dari Langsa melalui Tarogong sampai Tulung Agung, hingga kawasan tetangga di Asia Tenggara termasuk Malaysia Barat dan Timur.  

Selanjutnya, Ketua dewan penyunting Jurnal Ulumuna, Prof. Dr. Mohamad Abdun Nasir bersama para pendiskusi kertas kerja pembicara, Prof. Dr. Atun Wardatun, Hamdani, Ph.D, Dr. Abdul Fattah dan Ahmad Tohe, Ph.D secara kritis telah memberikan masukan baik dari pemahaman bersama atas register tertentu seperti Islam populer versus Islam official maupun pertanyaan atas metodologi penelitian untuk peningkatan mutu kertas kerja.

Hasil diskusi pada panel Teologi: bagaimana diskursus Teologi telah membawa sejumlah permasalahan dan juga alternatif pemecahannya, Filsafat: Bagaimana peran Filsafat pada ranah publik untuk membawa kualitas hidup, serta Sufisme: Bagaimana tujuan asli praktik Sufi untuk kedamaian dalam diri telah melebar pada kesejahteraan lahir dan batin masyarakat ataupun bahkan pada kewaspadaan pada komodifikasi gerakan, terdokumenkan.

Hasil dokumen akan diolah ulang untuk tujuan jangka pendek berupa masukan kertas kerja pada penerbitan di Jurnal Kajian Islam Ulumuna. Namun lebih dari itu adalah pendokumentasian ilmiah secara rinci untuk perkembangan ilmu bagi peradaban dan kesejahteraan hidup di masa depan.

Ulumuna Journal of Islamic Studies berkomitmen penuh pada upaya-upaya akademik dan praktik peningkatan kualitas hidup manusia dari perspektif Kajian Keislaman. (Press Release Ulumuna Journal of Islamic Studies)

%d blogger menyukai ini: