Berita Humas: Rektor UINMA Prof Dr H Mutawali membuka acara Focus Group Discassion Penguatan Jejaring dan Kerjasama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri  Se Indonesia Bagian Timur yang berlangsung di Hotel Golden Palace, Kamis (12/03)

FGD yang dihadiri oleh seluruh wakil ketua/rektor PTKIN Wilayah Indonesia Timur dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari ke depan yaitu sejak tanggal 12 sampai 14 Maret 2020. 

Ketua panitia pelaksana Dr. Hj. Nurul Yakin, M. Pd. selaku warek tiga UINMA selaku tuan rumah dalam laporanya menyatakan bahwa sangat mengapresiasi komitmen dan kebersamaan yang dibangun di forum warek/waket tiga khsusunya untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

Lebih lanjut beliau berharap agar waktu yang singkat selama tiga hari di Lombok ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menelurkan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan bersama, secara khsus agenda bidang kemahasiswaan tahun ini agak padat mulai dari PW Nasional dan juga pecan olahraga dan seni

Ketua Forum Warek/Wakte 3 Prof. Dr. Darussalam yang juga sebagai wakil rektor UIN Alauddin Makasar dalam sambutanya menyampaikan kilas balik dan sekaligus menjadi progress baik yang telah digagas melalui forum, selanjutnya sinergitas yang solid adalah menjadi konci dalam embangun gerakan sukses bersama.

Senda juga dengan apa yang disampaikan oleh Kasubid Sarpras dan Kemahasiswaan Kementerian Agama Bapak Ruhman Basori, MA. bahwa bargaining yang dibangun melalui forum ini telah mampu menunjukkan lompatan prestasi yang dirasakan manfaatnya langsung oleh mahasiswa dan juga lembaga. 

Ruhman Basori menyampaikan apresiasi kepada UINMA yang telah memprakarsai pertemuan forum ini dalam kondisi anggaran yang masih belum jelas namun bukan menjadi penghalang untuk berkreativitas. Selanjutnya diharapkan kegiatan ini bisa melahirkan banyak gagasan dan program prioritas tahun ini.

Rektor UIMA dalam sambutanya menegaskan kembali apa yang menjadi simetris antara harapan tuan rumah yang disampaikan oleh warek tiga, dan menyelaraskan dengan harapan ketua forum dan penegasan dari kasubid sungguh menjadi satu point penting yang perlu dituangkan nantinya dalam naskah Deklarasi Mataram. (Adita@Humasuin)

%d blogger menyukai ini: