Berita Humas: Rektor Prof. Dr. H. Mutawalli, M.Ag. bersama Senat menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Negeri Mataram. Sidang dibuka oleh Ketua Senat Prof. Dr. H.M. Taufik yang berlangsung di Auditorium UIN Mataram (29/01/2020).

Rektor dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada segenap wisudawan yang telah berjuang dengan penuh tantangan sehingga akhirnya sampai pada episode terakhir. Semoga menjadi alumni yang dapat membanggakan almamater. Tegas saya, kalian harus menjadi agen perubahan sekembalinya nanti kekeluarga dan masyarakat.

Era ini adalah era disruptip dengan kecepetan dan percepatan disegala lini. Oleh karena itu, kalian tidak boleh berhenti belajar untuk pengembangan diri. Demikian pesan rektor.

Pelaksanaan acara wisuda kali ini diikuti oleh 739 mahasiswa dengan rincian 402 wisudawan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, 40 wisudawan Fakutas ushuluddin dan sosiologi agama, 155 wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, 11 wisudawan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 76 Wisudawan Fakultas Syariah dan Program Pascasarjana sebanyak 55 Wisudawan.

Selain itu, momen wisuda juga diumumkan wisudawan peraih predikat terbaik Fakultas dan Terbaik Utama. Adapun terbaik Fakultas Syariah adalah Feni Agustina Program Studi Hukum Keluarga Islam (IPK 3,83), Siti Mariam Prodi PAI (IPK 3,74), Atikah Nurpatayat Prodi Perbankan Syariah (IPK 3,67), Neli Kurniawati Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (IPK 3,59), Laila Sita Hidayatul Amal Prodi Sosiologi Agama (IPK 3,59) serta Muh. Nurhasanah, M.Pd Prodi Program Pascasarjana (IPK 3,80)

Adapun setiap wisudawan terbaik fakultas memperoleh hadiah sebesar masing-masing 3 Juta rupiah dan jika melanjutkan di Pascasarjana UIN Mataram akan dibebaskan biaya kuliah selama dua semester. Sedangkan wisudawan terbaik utama diraih oleh Feni Agustina, Program Studi Hukum Keluarga Islam asal  Rite Dusun Rite Desa Rite Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima Provinsi NTB dengan IPK 3.83 memperoleh hadiah uang tunai 8. Juta Rupiah atau dibebaskan biaya kuliah selama empat semester jika melanjutkan pada Program Pascasarjana UIN Mataram.

Suasana gemuruh  ditambah dengan riuhnya tepuk tangan wisudawan lainnya serta sebagaian pendamping wisudawan lain sampai meneteskan air mata mendengar secuil cerita Feni bahwa ternyata keberhasilannya adalah didukung oleh keinginan untuk tidak mengikuti jejak orang tuanya, sejak tahun 2013 sang ibu berangkat ke Malaysia bekerja mengais rizki disana. Hingga di momen bersejarahnya, beliau tak mampu mendampingi sang anak. Bersyukurnya masih bisa didampingi oleh ayahnya.  

Dengan bangga sang ayah dapat berfoto dengan anak kebanggaannya, didampingi Rektor dan pejabat teras lainnya, Feni dipasangkan selempang dan dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Utama. Alhamdulilah kata Feni.

Selanjutya adalah pembacaan ikrar setia sarjana lulusan UIN Mataram dan diikuti oleh seluruh Wisudawan/wisudawati sekaligus penyerahan secara simbolis kartu Alumni. Akhirnya acara sidang senat terbuka berakhir yang ditutup oleh Do’a dan dipimpin oleh Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA.

%d blogger menyukai ini: